Site icon Suplemind Indonesia

Mengenali Lebih Dalam “Capsul Wardrobe”

Foto Capsule Wardrobe: Radar Malang

Foto Capsule Wardrobe: Radar Malang

Tren fashion selalu mengalami keterbaruan yang tiada henti. Tak hanya untuk seorang wanita saja , namun para pria pecinta dunia fashion pun menaruh perhatian yang cukup besar dan totalitas pada dunia fashion. Menghabiskan biaya yang tidak bisa dianggap kecil pun terus dilakukan untuk  mengikuti keterbaruan yang menjadi sebuah tuntutan. Walaupun sebenarnya tren fashion akan terus berputar bukan? Yang kemudian gagasan mengenai capsule wardrobe ini mulai dilirik oleh banyak orang termasuk pecinta fashion.

Capsule wardrobe sendiri pertama kali disebut pada awal tahun 1970-an oleh Susie Faux, yang merupakan seorang desainer mode di Inggris. Lalu dipopulerkan secara luas oleh Donna Karan desainer Amerika melalui 7 potong pakaian kerja yang dapat digunakan secara berulang. Capsule wardrobe atau lemari kapsul berisi dengan pakaian-pakaian yang cenderung berwarna netral dan mudah untuk digunakan secara bergantian hingga nampak lebih serasi. Seperti kaos putih, celana jeans, gaun, blazer, dan lainnya yang bewarna cenderung netral dan tidak mencolok.

Kemudian capsule wardrobe dapat ditingkatkan dengan memilih pakaian-pakaian yang berkualitas tinggi, agar dapat digunakan dengan jangka waktu yang lebih panjang. Juga pakaian yang mudah untuk dipadukan dengan pakaian lainnya melalui  banyak cara memadukannya dan nampak lebih serbaguna. Biasanya capsule wardrobe berisi antara 30 hingga 50 pakaian disertai dengan sepatu juga aksesoris yang sama netralnya. Pemilihan warna yang cenderung netral dipilih karena pakaian dan aksesoris pelengkap tersebut terlihat lebih klasik dan tak mudah dimakan jaman. Maka pakaian tersebut dapat terus digunakan dengan jangka waktu yang lama dan didukung dengan kualitas yang baik. Capsule wardrobe juga dapat digunakan untuk mendukung untuk mengurangi sampah atau limbah pakaian.

Yuk, kita simak  beberapa Langkah yang dilakukan untuk membuat capsule wardrobe:

  1. Mengetahui style yang cocok dengan anda

Mulai mencari tau style yang cocok dan anda sukai, seperti baju dan celana yang biasa digunakan dan yang hanya tersimpan dilemari saja. Seberapa sering anda menggunakan pakaian tersebut? Jika pakaian tersebut jarang bahkan tidak pernah digunakan, maka pakaian tersebut tidak dapat dimasukkan ke dalam capsule wardrobe. Dengan begitu anda akan mengerti style, warna, dan material bahan yang cocok untuk anda masukkan ke dalam capsule wardrobe.

2. Memilih pakaian yang akan dimasukkan ke dalam capsule wardrobe

Setelah style pakaian anda dapat ketahui, maka Langkah berikutnya adalah menyiapkan pakaian seperti apa yang akan dimasukkan. Atau jika anda kesulitan menentukannya, anda dapat memilih pakaian dengan style dan warna yang cenderung netral dan minimalis. Memilih warna hitam, nude, cream, navy, dan lainnya agar mudah dipadukan.

3. Mulai mengkreasikan capsule wardrobe

Setelah pakaian tersebut terpilih, maka pakaian yang tidak lagi terpakai dapat didonasikan atau dijual kembali agar tidak menambah limbah pakaian. Mulai memadu-padakan pakaian tersebut menggunakan style favorit anda.  Pakaian yang tampak timeless dapat dijadikan pilihan outfit ditambah dengan sepatu dan aksesoris yang selaras. Dengan menghindari pakaian yang sedang tren akan menyelamatkanmu, karena tren pakaian akan cepat berubah.

Exit mobile version