FeatureRisalah

Temanggung Dulu Disebut Demanggung? Ini Cerita Lengkapnya

Asal-usul nama Temanggung menyimpan jejak sejarah yang menarik dan sarat makna. Dahulu, daerah ini dikenal dengan nama Demanggung. Nama tersebut berasal dari kata “demang,” yaitu gelar bagi pejabat pemerintahan setingkat kepala daerah pada masa kerajaan-kerajaan di Jawa. Istilah Demanggung merujuk pada kedudukan atau tempat tinggal seorang demang yang memiliki kekuasaan atas wilayah tertentu. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan fonetik dari Demanggung menjadi Temanggung. Pergeseran ini lazim terjadi dalam proses pelafalan masyarakat dari generasi ke generasi, terlebih saat mulai diterapkannya sistem administrasi kolonial dan modernisasi ejaan bahasa Indonesia.

Perubahan ini pun tidak menghapus jejak sejarah yang terkandung di dalamnya, melainkan memperkuat identitas daerah sebagai wilayah dengan akar budaya yang dalam. Dalam Prasasti Wanua Tengah III yang ditemukan di Dusun Dunglo, Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, tercatat bahwa wilayah ini sudah disebut-sebut pada tahun 908 Masehi sebagai daerah yang subur dan memiliki struktur pemerintahan yang mapan. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi Temanggung sebagai satuan wilayah sudah ada sejak masa Mataram Kuno. Nama Temanggung kemudian semakin dikenal luas pada masa kolonial, khususnya setelah Raden Tumenggung Aria Djojonegoro diangkat sebagai Bupati Menoreh dan memindahkan pusat pemerintahan dari Parakan ke Temanggung pada tahun 1834.

Pemindahan ini didasarkan pada Resolusi Pemerintah Hindia Belanda Nomor 4 tanggal 10 November 1834 yang sekaligus menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Temanggung. Di balik transformasi nama dari Demanggung ke Temanggung, tersimpan perjalanan panjang sebuah daerah dalam menata identitasnya. Dari awalnya sebagai wilayah kekuasaan seorang demang, kini Temanggung dikenal sebagai kabupaten yang kaya akan budaya, alam, dan sejarah. Warisan inilah yang menjadikan Temanggung bukan sekadar nama geografis, tetapi juga simbol dari peradaban yang telah tumbuh sejak ratusan tahun silam. Masyarakat Temanggung saat ini mewarisi semangat leluhur mereka melalui pelestarian budaya, seperti kesenian tradisional dan upacara adat, yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Sejarah nama ini menjadi pengingat bahwa setiap daerah memiliki cerita asal-usul yang layak dihargai dan dijaga untuk generasi mendatang.

Sumber: Kompas.com

Related posts
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
FeatureJender

Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental: Menumbuhkan Kesadaran, Menghapus Stigma

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental kini semakin meluas, namun belum sepenuhnya dipahami…
Read more
BelantaraFeature

7 November: Temanggung Rayakan Hari Wayang Nasional dengan Semangat Budaya dan Persaudaraan

Setiap tanggal 7 November, Indonesia memperingati Hari Wayang Nasional sebagai pengakuan atas seni…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *