Magelang – Tim Beyond The Hoax (BTH) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi literasi digital di SMKN 2 Magelang sebagai bentuk kampanye edukasi mengenai bahaya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa agar lebih bijak dalam menerima, memverifikasi, dan menyebarkan informasi di era digital.
Perkembangan teknologi dan media sosial telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian juga semakin meningkat. Informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, konflik sosial, bahkan merugikan individu maupun kelompok. Oleh karena itu, literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda.
Melalui program Beyond The Hoax, tim mahasiswa menghadirkan materi edukasi mengenai pengertian hoaks, ciri-ciri informasi palsu, dampak penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta langkah-langkah sederhana untuk melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya. Dalam kegiatan ini, peserta juga diajak berdiskusi dan berinteraksi secara langsung melalui sesi tanya jawab sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah.
Selain sosialisasi secara langsung, tim Beyond The Hoax juga memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana kampanye digital. Berbagai konten edukatif telah dipublikasikan, mulai dari filosofi logo, tujuan program, poster edukasi, video edukasi, wawancara masyarakat, hingga dokumentasi kegiatan sosialisasi. Langkah ini dilakukan agar pesan mengenai pentingnya literasi digital dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat mengenai pengalaman menerima informasi di media sosial. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai literasi digital sangat relevan dan dibutuhkan oleh kalangan pelajar.
Melalui program ini, tim Beyond The Hoax berharap dapat menumbuhkan budaya berpikir kritis di kalangan generasi muda. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dengan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Sebagai penutup, tim Beyond The Hoax mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan slogan “Think Before Sharing”, karena setiap informasi yang dibagikan memiliki dampak bagi banyak orang. Dengan menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab, kita dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan bebas dari hoaks maupun ujaran kebencian.

