Site icon Suplemind Indonesia

Amalan Berpahala, Istana Surga

Kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu pagi kembali digelar di Gedung Aula Dakwah Pucungrejo, Muntilan (17/10/26). Pada pertemuan kali ini, Ustaz Seneng Widodo sebagai pemateri utama, yang secara khusus membahas tentang amalan berpahala istana surga. Mengawali pembahasaanya, beliau memotivasi jamaah dengan gambaran hadis mengenai indahnya bangunan surga yang tersusun dari batu bata emas dengan adukan semen berbahan minyak misik. Penjelasan pembuka yang memukau tersebut diharapkan mampu membuat para jamaah yang hadir semakin bersemangat dalam membenahi kualitas amal ibadah mereka. ​

Ustaz Seneng Widodo turut memaparkan amalan berpahala apa saja yang dapat dibuat untuk mendapatkan istana surga seperti ; membangun masjid secara ikhlas, merutinkan bacaan surah Al Ikhlas sebanyak sepuluh kali, Jamaah juga dianjurkan untuk mendirikan sholat sunnah harian, seperti dhuha empat rakaat, qabliyah duhur empat rakaat, serta menjaga konsistensi dua belas rakaat sholat rawatib. Selain ibadah fisik, pemateri menekankan pentingnya pengendalian diri dengan cara menahan ego agar bisa menghindari perdebatan serta meninggalkan perkataan dusta. Segala upaya perbaikan perilaku tersebut akan terasa semakin sempurna apabila seorang muslim selalu berupaya mengedepankan akhlak mulia di tengah lingkungan sosialnya. Lebih mendalam lagi, beliau menjelaskan bahwa kesabaran luar biasa seperti mengucapkan kalimat tahmid dan istirja saat anak tercinta wafat juga akan diganjar dengan istana megah di surga.

Ustaz Seneng Widodo kemudian melanjutkan rincian materinya dengan membagikan amalan sederhana yang sering terlewat, yakni kebiasaan membaca doa ketika akan masuk ke dalam pasar. Sebagai penutup daftar amalan, beliau mengingatkan kembali tentang pentingnya adab berjamaah di masjid, yaitu keharusan untuk saling merapatkan barisan dan menutup celah kosong dalam shaf sholat. Rangkaian kajian rutin Sabtu pagi ini pun ditutup dengan harapan besar agar seluruh jamaah senantiasa diberikan keistiqomahan dalam mempraktikkan ilmu tersebut.

Exit mobile version