Site icon Suplemind Indonesia

Reporter Tempo Hammam Izzudin Tekankan Produktivitas dan Keterampilan Dasar bagi Calon Jurnalis

SUPLEMAIND — Reporter Tempo, Hammam Izzudin, menekankan pentingnya produktivitas dalam membangun rekam jejak, memilih topik liputan yang dekat dengan lingkungan, serta menguasai keterampilan dasar komunikasi bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia jurnalistik. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Meet The Expert 2 bertajuk “The New Wave of Journalism” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) secara daring melalui Zoom pada Selasa (27/10/2026).

Dalam acara tersebut, Hammam menjelaskan bahwa mahasiswa perlu membiasakan diri menghasilkan tulisan sekaligus mengevaluasi karya yang telah dibuat. Evaluasi membantu penulis mengetahui bagian yang perlu diperbaiki, sedangkan produktivitas menjadi salah satu dasar untuk membangun rekam jejak dan kredibilitas.

“Dan rekam jejak itu dibangun dengan produktivitas,” ujar Hammam.

Selain konsisten menghasilkan karya, Hammam menyarankan mahasiswa untuk memulai peliputan dari peristiwa yang dekat dengan kehidupan mereka. Bagi mahasiswa yang tertarik pada jurnalistik kampus, lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu sumber topik pemberitaan.

“Untuk pers mahasiswa itu tulislah yang dekat-dekat, apa yang dekat, peristiwa yang ada di kampus,” ungkapnya.

Menurut Hammam, kedekatan dengan suatu peristiwa membantu mahasiswa menjangkau narasumber dan data yang dibutuhkan dalam proses peliputan. Kedekatan tersebut juga dapat membuka peluang untuk menghasilkan tulisan yang memiliki nilai kebaruan dan pembahasan yang lebih mendalam.

Ia menjelaskan bahwa ketika mahasiswa hanya berfokus pada isu-isu besar, mereka akan berhadapan dengan banyak media lain yang juga mengangkat topik serupa. Karena itu, menggali peristiwa yang dekat dan menarik dapat menjadi cara untuk menemukan sudut pandang yang berbeda.

Hammam juga menyoroti pentingnya penguasaan keterampilan dasar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Menurutnya, kemampuan menulis merupakan bekal utama yang perlu dimiliki, terutama oleh mahasiswa yang ingin berkarier di bidang jurnalistik. Mahasiswa juga perlu mengenal keterampilan fotografi, videografi, dan penyuntingan, meskipun tidak harus langsung menguasainya pada tingkat profesional.

Pengembangan keterampilan tersebut, lanjutnya, dapat disesuaikan dengan bidang karier yang ingin ditekuni. Mahasiswa yang ingin menjadi jurnalis perlu memperkuat kemampuan menulis. Sementara itu, mereka yang tertarik pada produksi audiovisual dapat mengembangkan keterampilan videografi dan penyuntingan. Adapun mahasiswa yang ingin menekuni bidang periklanan perlu mengasah kreativitas dan kemampuan desain.

Selain keterampilan teknis, Hammam menilai kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking juga penting bagi lulusan Ilmu Komunikasi. Kemampuan tersebut tidak mengharuskan seseorang berbicara dengan gaya formal seperti presenter televisi. Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dengan gaya komunikasi masing-masing.

Pemaparan tersebut menunjukkan sejumlah bekal yang dapat mulai dikembangkan mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia jurnalistik dan bidang komunikasi lainnya, mulai dari membangun kebiasaan berkarya, menggali isu di lingkungan sekitar, hingga meningkatkan keterampilan sesuai dengan minat karier.

Exit mobile version