News

Gas Elpiji 3 Kg Tidak Dijual Pengecer, Rakyat Makin Sengsara?

Foto gas elpiji 3 kg yang harus diperjual belikan di pangkalan resmi milik Pertamina oleh Liputan6.com

Pemerintah mulai berlakukan larangan penjualan di Tingkat pengecer mulai 1 Februari ini. Elpiji 3 kg dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga eceran tertinggi atau HET yang sudah ditetapkan di pangkalan resmi milik Pertamina. Namun hal ini membuat masyarakat menjadi gusar, hal ini dinilai semakin membuatnya susah mendapatkan barang tersebut.

Menurut Kompas.com Wakil Menteri Energi dan Sumber Data Mineral (ESDM) yaitu Yuliot Tanjung, pengecer dilarang menjual elpiji 3 kg untuk memastikan ketersediaan gas melon untuk masyarakat. Dan besar harapannya harga penjualan gas agar sesuai dengan batasan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa pemerintah belum mengeluarkan kebijakan mengenai pembatasan dalam pembelian elpiji 3 kg. Namun pihaknya melakukan pelacakan atau tracking terkait indikasi pembelian elpiji 3 kg dengan jumlah yang tidak wajar. Dan sistem pembelian langsung kepangkalan tetap menggunakan sistem yang lama, yaitu dengan mensyaratkan NIK dan KTP pembeli saat datang ke pangkalan.

Pertamina pun memberikan opsi pada para pengecer yang tetap ingin menjual elpiji 3 kg dengan mengurus izin menjadi pangkalan resmi Pertamina. Melalui prosedur pendaftaran diri pada One Single submission (OSS) agar mendapatkan nomor induk berusaha (NIB). Kemudian para pengecer dapat mengajukan diri dengan mendaftar secara daring.

Walaupun begitu seperti yang disampaikan dalam laman milik Tempo, melalui wawancara yang dilakukannya pada masyarakat disimpulkan bahwa masayarakat semakin kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg. Bagi Bapak Samidi penjual gorengan yang membutuhkan setidaknya satu hingga dua tabung dalam sehari untuk berjualan, saat ini dirinya mengaku sangat kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut.

Menurutnya dalam minggu ini dia kesusahan mendapatkannya, jika dirinya tidak mendapatkan maka hari itu dia harus menutup gerainya. Karena dia hanya mengandalakan satu tabung yang digunakan dan satu tabung lagi lainnya yang masih dalam antrian di pangkalan. Juga dengan beberapa penjual gas elpiji ecer yang dalam satu bulan terakhir tidak mendapatkan stok gas elpiji 3 kg.  

Related posts
News

Konser Denny Caknan di Lapangan Maron Temanggung: Semangat Warisan Rasa di Malam HUT ke-191

Konser Denny Caknan di Lapangan Maron, Temanggung, menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi…
Read more
BusinessFenomenaNews

Drama Besar di DC Berbah: Ratusan Ribu Paket Nyangkut, Konsumen Mengeluh Kerugian dan Kekecewaan Meluas!

Keterlambatan pengiriman paket di Distribution Center (DC) Berbah, Sleman yang terjadi pada bulan…
Read more
FenomenaLifestyleNews

Wajah Baru Budaya Jogja: Gen Z Bawa Semangat Segar dalam Pameran Seni dan Tradisi

Gen Z kini menjadi wajah baru yang sangat menonjol dalam berbagai pameran dan pertunjukan budaya di…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *