Temanggung menyimpan satu destinasi alami yang still underrated, yaps Goa Lawa di Desa Ngalian, Kecamatan Bejen. Tempat ini disebut “Lawa” karena ribuan kelelawarnya, dan saya merasa goa ini punya kombinasi sempurna antara keindahan alam, misteri, dan nilai budaya sebagai destinasi wisata otentik (hipwee, 2015). Begitu sampai di mulut goa, akan langsung disambut udara lembap yang menyegarkan dan bau tanah basah khas pegunungan. Suara tetesan air dari stalaktit bergema, seolah memperkuat aura mistis.
Cerita lokal juga memperkaya pengalaman, ada kisah tentang ritual adat “Lampet Dawuhan”, yaitu upacara sedekah air yang dipercaya menjaga kelestarian air di sekitar pertanian. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat setempat masih menjaga hubungan harmonis antara alam dan tradisi (temanggungkab, 2016).
Berani masuk saat sore? Kalau kalian datang menjelang matahari terbenam, bersiaplah melihat ribuan kelelawar keluar dari goa. Fenomena alam ini selalu jadi highlight, memberi nuansa magis bagi siapa saja yang menyaksikannya. Meski punya potensi besar, mulai dari penelusuran geologi sederhana, wisata budaya, hingga konten Instagram fasilitas seperti penerangan, jalur setapak, dan papan informasi masih minim. Tanpa pengelolaan lebih baik, keunikan goa ini bisa tenggelam oleh glow tourism mainstream (temanggungkab 2016).
Oleh karena itu, bisa dilakukan dengan penataan ringan yang tetap menjaga ekosistem jalur setapak sederhana, safety railing, papan interpretasi lingkungan. Goa Lawa bisa jadi destinasi utama Temanggung. Bukan sekadar “sarang kelelawar”, tapi juga pusat edukasi budaya & alam. Selain itu, libatkan masyarakat lokal dalam pengembangan lewat homestay sederhana, warung makanan desa, atau pelatihan guide lokal. Selain menumbuhkan ekonomi desa, hal ini menjaga keaslian cerita atau sesuatu yang sulit dibeli dengan lampu LED.
Bagi siapa saja yang bosan dengan wisata konvensional dan rindu berpetualang dalam keheningan bumi, Goa Lawa Temanggung adalah jawaban. Yuk, sebagai pencinta alam kita bantu goa ini tersohor bukan karena label, tapi karena kemurniannya.
Sumber:

