
Setiap manusia perlu merenungkan kematian sebagai pengingat bahwa hidup di dunia tidak kekal. Pesan ini disampaikan Ustaz Khomarus Zaman dalam kajian keagamaan yang mengambil pelajaran dari Surah Al-Baqarah.
Dalam ayat 28, Allah SWT menggambarkan perjalanan manusia: dari keadaan mati, dihidupkan, dimatikan, dihidupkan kembali, hingga dikembalikan kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
Ayat ini mengingatkan bahwa dunia adalah kesempatan untuk berbuat baik dan menyiapkan bekal akhirat. Karena ajal bisa datang kapan saja, ibadah dan amal kebaikan tidak patut ditunda. Manusia juga dianjurkan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama, dengan menjalankan perintah agama, menjauhi larangan-Nya, dan menolong orang lain.
Dengan menyadari bahwa semua akan kembali kepada Allah SWT, setiap orang diharapkan terdorong memperbaiki diri, memperkuat iman, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

