Hadits ini berawal ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang hari akhir. Rasulullah menjelaskan bahwa sebelum Dajjal keluar, akan datang tiga tahun yang sangat berat, yaitu masa kelaparan yang amat sangat.
Pada tahun pertama, Allah memerintahkan langit menahan sepertiga hujannya dan bumi menahan sepertiga tanamannya. Pada tahun kedua, langit menahan dua pertiga hujannya dan bumi menahan dua pertiga tanamannya. Pada tahun ketiga, langit menahan seluruh hujannya sehingga tidak setetes pun turun, dan bumi menahan seluruh tumbuhannya. Akibatnya, tidak ada tanaman hijau yang tumbuh dan tidak ada hewan berkuku yang tersisa, kecuali yang dikehendaki Allah.
Ketika sahabat bertanya, “Bagaimana manusia bisa hidup pada masa itu?”, Rasulullah menjawab bahwa mereka bertahan dengan membaca tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid. Hal ini menunjukkan bahwa zikir menjadi penopang hidup manusia di saat keadaan paling sulit, ketika makanan dan air tidak lagi tersedia.
Sumber: HR. Ibnu Majah no. 4077, dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.

