Pada Minggu 20 Oktober 2024, Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR RI menggelar Siding Paripurna dalam agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI masa jabatan 2024-2029. Acara ini berlangsung dengan khidmat yang diawali dengan menyayikan Lagu Kebangsaan, mengheningkan cipta dan pengucapan sumpah. Sumpah diucapkan dengan sungguh-sungguh oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang menggantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode sebelumnya yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024.
Dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden RI, Presiden Prabowo menyatakan dalam pidatonya akan menitikberatkan pemerintahan ke depan yang fokus pada swsembada pangan dan energi. Diyakininya dengan waktu paling lambat 4 hingga 5 tahun ke depan Indonesia akan swasembada pangan. Presiden Prabowo menyatakan “Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia,”. Beliau pun menambahkan bahwa Beliau dan wakil yang telah dilantik siap melanjutkan setafet kepemimpinan, bekerja keras menuju Indonesia Emas serta menjadi bangsa yang kuat, Merdeka, berdaulat, adil dan makmur.
Pada acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden ini dihadiri oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI ke-11 Budiono, Wakil Ketua MPR, Ketua dan Wakil DPR, Ketua dan Wakil DPD, Ketua Lembaga-Lembaga Negara, para Ketua Umum Partai Politik, para Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan lainnya. Kemudian Presiden dan Wakil Presiden RI meninggalkan Gedung MPR dan menuju Istana Negara, menandai awal baru dalam kepemimpinan Indonesia yang maju dengan lebih baik.
Kemudian pada hari Senin 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan 48 mentri dan lima pejabat setingkat mentri dalam cabinet yang disusunnya. Selain itu, beliau juga mengumumkan 56 nama wakil mentri beberapa jam setelah pelantikannya sebagai Presiden Indonesia lima tahun ke depan berlangsung. Cabinet terpilih tersebut diberi nama langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui kesepakatan langsung oleh para ketua umum koalisinya, yaitu Kabinet Merah Putih. Terdapat beberapa mentri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kembali menjabat pada cabinet ini, yaitu Sri Mulyani, Bahlil Lahadailia, Tito Karnavian, dan Budi Arie Setiadi.
Beberapa media melaporkan, setelah rangkaian acara pelantikan para mentri dan wakilnya akan mengikuti pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Pembekalan rencananya akan berlangsung pada 25 hingga 27 Oktober 2024. Mentri Sekretaris Negara atau Mensetneg yang baru saja terpilih, yaitu Prasetyo Hadi menerangkan bahwa selain pembekalan akan dilakukan pembahasan program. Yaitu sejumlah program prioritas pemerintah yang disertai petunjuk dan arahan teknis pada tiap-tiap kementrian.
Kabinet Merah Putih memiliki 14 kementrian baru yang totalnya menjadi 48 kemetrian, ini jauh lebih banyak daripada periode sebelumnya yang hanya berjumlah 34 kementrian. Terdapat empat kementrian baru seperti, Kementrian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Permasyarakat. Kementrian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementrian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dan Kementrian Koordinator Bidang Pangan. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang terpecah menjadi tiga, Kemenrian Hukum dan Ham yang terpecah menjadi tiga, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terbagi menjadi dua, dan Kementrian Ketenagakerjaan terbagi menjadi dua kementrian.

