Site icon Suplemind Indonesia

Pojok Baca di Pasar Papringan Temanggung

Foto Perpustakaan mini yang ada di Pasar Papringan Temanggung

Foto Perpustakaan mini yang ada di Pasar Papringan Temanggung

Dusun Ngadipurno, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah memiliki tempat wisata lokal yang tengah jadi tujuan para pelancong di Jawa Tengah dan sekitarnya. Tak heran jika pasar ini lebih menarik dari pasar-pasar pada umumnya, karena letaknya dibawah pohon bambu dan tersedia beraneka ragam makanan khas tempo dulu. Yuk kita simak bersama!

Salah satu destinasi wisata di Temanggung yaitu Pasar Papringan memberikan pengalaman kembali ke masa lampau masyarakat Jawa. Seakan masuk ke mesin waktu para penjual duduk diatas meja rakit bambu, menggunakan kebaya, dan terdapat alunan music gamelan yang dimainkan langsung di tengah pasar itu. Pemerintah khusunya Kemenparekraf pun sangat merekomendasikan pasar ini menjadi destinasi wisata pasar tradisional yang unik di Indonesia.

Pasar ini dikonsep sedemikian rupa sehingga mirip dengan suasana pasar di Jawa zaman dahulu. Didukung dengan lokasi yang tepat, penggunaan mata uang dari bambu, pakaian yang otentik, bahkan tempat barang belanjaan. Dikelola oleh pemuda dusun setempat, Komunitas Mata air dan Komunitas Spedagi mendapat sambutan yang sangat baik oleh pemerintah dan masyarakat dalam upaya konservasi lingkungan.

Yang paling menarik di salah satu spot di Pasar papringan ini adalah spot perpustakaan yang ditunggu oleh anak-anak penduduk desa tersebut. Terletak didepan gamelan yang dikeremuni oleh wisatawan, nampak stand berisi tumpukan buku itu sepi. Saat disambangi diatas meja kecil tersebut terdapat berbagai pilihan buku, mulai dari buku cerita, buku fiksi, bahkan non fiksi berbahasa Indonesia hingga bahasa Inggris.

Ditengah ramainya wisatawan yang mendekat pada penjual produk makanan dan minuman jadul yang tersebar diseluruh halaman pasar. Ini nampak perbedaan yang sangat signifikan dengan pojok buku atau perpustakaan tersebut. Pengelola Pasar Papringan memiliki ide yang cemerlang dengan menghadirkan perpustakaan di area pasar, mengingat minat membaca masyarakat di Indonesia yang masih rendah. Pengelola mengahadirkan upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui penyediaan perpustakaan di area Pasar Papringan. Walaupun niat baik atau upaya tersebut belum sepenuhnya efektif, dengan tidak minatnya wisatawan untuk hadir ataupun membaca buku di perpustakaan yang disediakan.

Bukankah seharusnya ini menjadi kesempatan untuk kita menikmati waktu membaca buku dengan suasana khas pedesaan sebagai pengalaman menarik? Melalui ketersediaan perpustakaan mini di sebuah tempat keramaian masyarakat, hal ini sangat langka untuk ditemui. Upaya pengelola mengahdirkan pojok baca seharusnya dapat kita apresiasi dengan menyempatkan waktu mendatangi dan membaca buku yang disediakan. Dengan satu langkah kecil tersebut kita dapat membuka mata semua orang bahwa hal ini dapat menjadi motivasi kecil untuk meningkatkan minat baca masyarakat disegala tempat, termasuk salah satunya Pasar Papringan ini.

Exit mobile version