JenderWorld

Mengapa Warna Pink Identik Dengan Perempuan?

Foto bayi laki-laki dan perempuan yang identik dengan warna biru dan pink oleh Hipwee

Merah muda atau pink merupakan warna yang lembut terang yang menandai dengan romansa atau cinta. Dengan begitu warna pink sangat erat dengan warna perempuan atau warna yang feminism. Seperti beragam pakaian yang berwarna pink yang diperuntukkan bagi perempuan.

Contoh yang paling sering kita temui adalah ketika acara penentuan jenis kelamin bayi atau saat bayi baru lahir. Mereka akan mengenakan pakaian berwarna pink untuk bayi perempuan dan pakaian berwarna biru untuk bayi laki-laki. Jadi, mengapa perempuan diidentikkan dengan warna pink?

Pada awalnya warna pakaian yang kerap digunakan oleh anak mereka adalah warna putih. Kemudian mereka menggunakan warna-warna pastel menjadi trend untuk bayi, namun tidak memiliki pembagian warna spesifik untuk jenis kelamin. Pakaian dan warnanya dipakai secara unisex, maka anak perempuan dan laki-laki memakai pakaian berwarna biru pastel dan pink.

Kemudian pada awal abad ke-20, di beberapa toko menyarankan warna yang dianggap sesuai dengan jenis kelamin. Sejalan dengan publikasi perdagangan Earnshaw’s Infants’ Departement yang mengungkapkan aturan yang berlaku yaitu warna pink untuk laki-laki dan biru untuk perempuan. Alasan dibalik penentuan warna tersebut adalah warna pink dianggap lebih tegas dan kuat, sedangkan biru pastel dianggap lebih cantik dan halus untuk perempuan. Nah kok kebalik?

Pada tahun 1940-an dilansir pada laman Reader’s Digest, produsen menentukan arah yang berlawanan dan memutuskan perubahan warna pink untuk perempuan dan biru untuk anak laki-laki. Pergeseran warna ini terjadi secara bertahap yang dimungkinkan diciptakan oleh para produsen di Amerika Serikat.

Asosiasi warna jender ini diperkuat dengan meluasnya tes prenatal di pertengaha tahun 80-an, ini memungkinkan orang tua untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Lalu membuka pasar baru bagi para produsen yang mengembangkan serangkaian produk untuk menemani perubahan dan membedakan anak laki-laki atau perempuan. Bermula sejak saat itu, warna tersebut menjadi kode jender sebagai penanda visual umum untuk mempromosikan produk terkait jender tertentu bahkan untuk orang dewasa.

Related posts
FenomenaJenderLifestyle

Festival Gamelan Solo 2025: Perempuan Sinden Menghidupkan Warisan Budaya dengan Suara Magis!

Festival Gamelan dan Sinden di Solo 2025 menjadi sorotan utama dalam upaya pelestarian budaya…
Read more
FeatureJender

Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental: Menumbuhkan Kesadaran, Menghapus Stigma

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental kini semakin meluas, namun belum sepenuhnya dipahami…
Read more
FeatureFilmJender

Debut Sutradara Reza Rahadian yang Menggugah: Melihat Perempuan dari Lensa ‘Pangku’

Film “Pangku” yang disutradarai oleh Reza Rahadian merupakan sebuah karya yang sangat…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *