Site icon Suplemind Indonesia

Tengkleng Rica di Sate Pak Manto Jadi Salah Satu Kuliner Khas Kota Solo

Foto tengkleng rica Pak Manto sebagai kuliner khas Kota Solo oleh Espos.id

Foto tengkleng rica Pak Manto sebagai kuliner khas Kota Solo oleh Espos.id

Salah satu kuliner khas dari Kota Solo adalah Tengkleng. Tengkleng saat ini menjadi salah satu pilihan kuliner favorit masyarakat di Indonesia. Tengkleng sekilas nampak mirip dengan gulai kambing, namun berbeda bahan dasar yang berupa tulang dan organ kambing. Serta kuah tengkleng yang nampak jauh lebih encer dari kuah gulai pada umunya.

Tengkleng lahir dari kreativitas masyarakat di Solo saat masa penjajahan. Yang mana saat itu masyarakat Solo tengah berada dalam masa sulit dan kekurangan bahan makanan. Dalam literatur dijelaskan bahwa pada masa penjajahan masyarakat Solo tidak mampu membeli daging. Mengingat pada masa itu daging hanya diperuntukkan sebagai hidangan oleh kaum priyayi atau bangsawan.

Dalam masa sulit mendapatkan bahan pangan yang semakin menipis membuat para kaum kecil terpaksa untuk mengolah bahan apapun menjadi santapan yang dapat mengenyangkan perutnya. Lalu masyarakat Solo mengambil tulang kambing yang mesih memiliki sedikit daging yang menempel dan bagian organ untuk diolah. Melalui masa sulit tersebut melahirkan makanan baru yang biasa disebut dengan nama tengkleng.

Tak hanya itu, olahan daging kambing seperti sate, gile, dan tongseng menjadi menu kuliner andalan di Kota Solo. Maka, tak mengherankan jika kita mudah menemukan tempat makan yang secara khusu menjual olahan daging disepanjang jalan di Solo. Salah satu resto tempat makan olahan kambing khas Kota Solo adalah Sare Kambing Pak Manto, dengan menu favoritnya yaitu tengkleng rica-rica. Tempat makan ini sangat legendaris yang telah berjualan selama 33 tahun, didirikan oleh alm. Sumanto atau dikenal dengan Pak Manto.

Pak Manto awalnya adalah seorang karyawan ditempat makan sate. Hingga akhirnya ia memiliki modal yang cukup untuk membuka kedai kecilnya sendiri di daerah Pasar Kembang Solo pada tahun 1990. Kemudian Pak Manto terus berjualan tengkleng rica, sate kambing, dan olahan kambing lainnya yang berjumlah sebanyak 20 menu. Seiring berjalan, kedainnya pindah ke rumah makan di jalan Honggowongso No.36, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo.

Menu andalan di rumah makan ini yaitu tengkleng rica yang menjadi pelopor tengkleng rica-rica di Solo. Menu ini muncul secara tidak sengaja dan upaya untuk mempertahankan bisnis ditengah persaingan. Kemunculan menu unik dan paling laris ini dimulai pada tahun 2009 saat Pak Manto mendapatkan pesanan sebanyak 20 kambing guling dari seorang pejabat di Solo. Bagian kambing yang digunakan hanya dagingnya saja dan menyisakan bagian tulangnya, kemudian Pak Manto berkreasi membut tengkleng rica dengan kuah yang kental dan manis.

Tempat makan ini tetap digemari masyarakat berkat konsistensi rasa yang terus dijaga. Pak Manto mampu menjaga cita rasa dan kualitas olahannya dengan baik lebih dari 30 tahun lamanya. Hal ini membuat para pelanggan yang datang tidak hanya sekedar penasaran, melainkan untuk menikmati makanannya. Oleh karena itu, kedai ini menjadi salah satu bagian dari sejarah kuliner Solo dan menjadi ikon wisatawan untuk mencicipi cita rasa kuliner autentik dari Kota Solo.

Sumber: sejarah Tengkleng, Kuliner Khas Solo yang Lahir di Masa Penjajahan www.kemenparekraf.go.id

Sate Kambing Pak Manto, Pelopor Tengkleng Rica yang Olah 20 Kambing Per Hari www.kompas.com

Sate Pak Manto Solo, Kuliner Legendaris Sejak Tahun 1990 www.kumparan.com

Exit mobile version