LifestyleMisc

Fakta Menarik: 79% Pembaca Indonesia Masih Setia dengan Buku Fisik

Meskipun era digital telah membawa berbagai inovasi dalam dunia literasi, buku cetak tetap memegang peranan penting di Indonesia. Survei terbaru dari GoodStats mengungkapkan bahwa 79% responden masih memilih buku fisik sebagai format bacaan utama mereka, sementara 18,5% lainnya beralih ke format digital, dan 2,1% tidak memiliki preferensi khusus. Preferensi terhadap buku cetak ini didorong oleh beberapa alasan utama. Sebanyak 73,8% responden menyatakan bahwa membaca buku fisik memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dibandingkan format lain. Selain itu, 49,2% responden menganggap buku fisik lebih praktis, dan 23,6% menilai aksesibilitas serta kemudahan penyimpanan sebagai faktor penting.

Namun, meskipun buku cetak masih dominan, frekuensi membaca di kalangan masyarakat Indonesia perlu mendapatkan perhatian lebih. Hanya 20,7% responden yang rutin membaca buku setiap hari, sementara 22,3% membaca setidaknya seminggu sekali, dan 24,6% membaca sebulan sekali. Sebaliknya, 17% responden hanya membaca buku sesekali, dan 15,4% lainnya jarang membaca buku. Kendala utama yang menyebabkan rendahnya frekuensi membaca antara lain keterbatasan waktu, kurangnya minat, serta tergesernya buku oleh media digital seperti video pendek, artikel internet, dan informasi yang mudah diakses di media sosial. Meskipun demikian, sebagian responden tetap berusaha meluangkan waktu untuk membaca.

Dalam hal preferensi genre, mayoritas responden lebih menyukai buku dengan tema pengembangan diri, mencapai 65%. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pembaca mencari referensi untuk meningkatkan keterampilan, motivasi, dan pemahaman diri. Selain itu, genre nonfiksi, seperti sejarah dan biografi, juga menjadi favorit dengan persentase 60,1%. Buku dengan tema pendidikan atau akademik menarik perhatian 57,4% responden, sementara fiksi masih memiliki tempat tersendiri dengan 50,6% responden memilih genre ini, seperti novel atau cerita pendek.

Meskipun buku digital seperti e-book (43,1%) dan buku audio (7,1%) semakin digemari, terutama karena kemudahan mobilitas yang ditawarkannya dan dampaknya yang lebih ramah lingkungan, buku cetak tetap menjadi pilihan utama bagi banyak pembaca. Sensasi memegang dan membaca buku fisik memberikan pengalaman yang tidak bisa digantikan dengan e-book atau audiobook. Namun, harga buku cetak di Indonesia cenderung mahal. Biaya produksi, distribusi, dan pajak yang dikenakan pada buku-buku fisik menyebabkan harga buku seringkali melambung tinggi. Menurut survei, kebanyakan pembaca menghabiskan kurang dari Rp100.000 per bulan untuk membeli buku.

Di kalangan generasi Z, minat membaca buku juga cukup tinggi. Berdasarkan survei, 84,7% responden gen Z tercatat gemar membaca buku. Sebanyak 27,1% responden Indonesia mengaku memiliki kebiasaan membaca buku setiap hari, angka yang cukup signifikan di tengah kondisi literasi anak muda yang cukup memprihatinkan. Selain itu, tercatat juga 47,3% responden memiliki kebiasaan membaca dalam beberapa kali seminggu saja, 10,3% responden membaca beberapa kali sebulan, dan terdapat 15,3% responden yang mengaku tidak memiliki kebiasaan membaca yang tetap, tergantung mood dan kebutuhan saja. Durasi membaca di kalangan gen Z juga beragam. Sebanyak 36% responden tercatat membaca kurang dari 30 menit, 49,3% responden selama 30-60 menit, 11,8% responden selama 1-2 jam, dan 3% responden membaca lebih dari 2 jam.

Preferensi terhadap buku cetak ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, pengalaman membaca buku fisik tetap memiliki tempat istimewa di hati pembaca Indonesia. Namun, upaya untuk meningkatkan frekuensi membaca dan akses terhadap buku berkualitas perlu terus dilakukan, agar budaya literasi di Indonesia dapat berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

Sumber: goodstats.id

Related posts
LifestyleSabda Warga

Supermoon 2025: Event Astronomi yang Bikin Jakarta Berseri di Langit Malam

“Piknik Malam Bersama Supermoon” di Planetarium dan Observatorium Jakarta baru saja…
Read more
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
FenomenaLifestylePop Culture

Ketika Lari Jadi Tren: FOMO dalam Pelari Culture

Budaya lari kini tumbuh pesat di berbagai daerah. Komunitas bermunculan, event lari makin sering…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *