Site icon Suplemind Indonesia

Beli Baju Baru Saat Mendekati Lebaran, Kebiasaan yang Jadi Tradisi

Foto kebiasaan membeli baju baru untuk lebaran yang telah menjadi tradisi masyarakat

Foto kebiasaan membeli baju baru untuk lebaran yang telah menjadi tradisi masyarakat

Semakin berkembangnya jaman, tradisi membeli baju lebaran pun ikut berkembang mengikuti kemajuan industry fashion. Berbagai pusat perbelanjaan menawarkan berbagai penawaran menarik berupa promosi besar-besaran saat menuju Lebaran. Hal ini tentunya sangat menggiurkan dan mendorong masyarakat untuk berlomba-lomba membeli pakaian baru yang nantinya dipakai saat Lebaran. Walaupun faktanya mereka sudah memiliki pakaian yang layak untuk dikenakan, namun tetap saja puncak keramaian masyarakat untuk berbelanja tetap dapat kita jumpai.

Membeli baju untuk keluarga menjadi tujuan utama yang tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi sebagai wujud kasih sayang untuk membahagiakan keluarga. Disisi lainnya, tak jarang pula beberapa orang memilih mengenakan pakaian yang sudah ada, hal ini berarti tradisi membeli baju Lebaran sangatlah fleksibel dan tidak mengikat pada cara itu saja. Tradisi ini berkaitan dengan makna spiritual yang dalam, bukan hanya sekedar tampilan fisik.

Sebuah hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk mengenakan pakaian terbaiknya saat hari raya. Mungkin hal ini lah yang menjadi insipirasi bagi para umat Muslim berpenampilan bersih dan rapi, lalu berkembang menjadi tradisi yang turun menurun. Mengenakan pakaian baru membawa symbol harapan dan tekad yang baru untuk memperbaiki diri setelah merayakan kemenangan sebulan berpuasa. Meskipun tradisi ini mengalami perubahan dalam cara berpakaian, namun akar budaya dan nilai-nilai yang mendasarinya masih utuh dan terjaga.

Sedangkan dalam buku Sejarah Nasional karya Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, tertulis bahwa kebiasaan membeli baju Lebaran tercatat telah dilakukan sejak awal abad ke-20. Tradisi ini dimulai di tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten, mayoritas Muslim di Kerajaan tersebut menyiapkan baju baru. Namun hal ini hanya berlaku pada kalangan bangsawan, sedangkan rakyat biasa menjahit bajunya sendiri. Tradisi yang sama pun dilakukan di Kerajaan Mataram Islam, masyarakat di Yogyakarta beramai-ramai mencari baju baru sebagai perayaan berakhirnya Ramadan.

Kini membeli baju baru saat menjelang Lebaran menjadi kebiasaan dan juga tradisi yang turun-menurun dilakukan oleh masyarakat Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri. Walaupun hal ini telah menjadi tradisi yang dilakukan hampir oleh seluruh masyarakat, membeli baju Lebaran bukanlah sebuah kewajiban dalam ibadah. Namun, ini menjadi sebuah kebiasaan dan suasana yang biasa ada saat menjelang Lebaran dan hambar jika tidak ada suasana keramaian menjelang Lebaran ini.

Sumber: Asal Usul Tradisi Beli Baju Lebaran, Dari Sejarah hingga Makna Sosial www.liputan6.com

Beli Baju Baru Saat Lebaran Ternyata Ada Sejarahnya www.krjogja.com

Exit mobile version