Site icon Suplemind Indonesia

Siapa yang Pertama Kali Mencetuskan Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia?

Sebentar lagi di tiap jalan penghubung kota satu dengan lainnya akan dipenuhi para pemudik. Siapa yang tidak kenal dengan istilah mudik? Mudik begitu identic dengan pulang kampung dan bertemu dengan saudara di daerah asal saat hari Raya Idul Fitri. Biasanya mereka akan berbondong-bondong bersama keluarga melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadinya, bahkan menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat, dan lainnya.

Asal kata tradisi mudik adalah singkatan dari kata Bahasa Jawa, yaitu ‘mulih dilik’ atau pulang kampung sebentar. Hal ini dipercayai hadir sejak sebelum zaman kerajaan Majapahit. Yang mana tradisi ini dilakukan para petani Jawa di masa kerajaan yang membuatnya merantau jauh. Kemduian mereka akan pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk membersihkan makam para leluhurnya.

Menurut KBBI atau Kamus Bahasa Indonesia mudik memiliki arti (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman) dan pulang ke kampung halaman, seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yang –. Sedangkan menurut Antropolog Universitas Gajah Mada, Prof Heddy Shri menyebutkan bahwa mudik berasal dari kata melayu ‘udik’ yang artinya hulu atau ujung. Ini disebabkan oleh masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa lampau dan sering berpergian ke hilir sungai menggunakan biduk atau perahu. Dan kemudian mereka kembali pulang ke hulu pada sore harinya saat urusannya telah selesai.

Sementara itu seperti yang dilansir dalam situ Kementrian Perhubungan RI, istilah ini muncul di tahun 1970. Ketika Jakarta menjadi satu-satunya kota besar di Indonesia dan membuat banyak orang dari berbagai daerah lain mengadu nasib untuk mendapat pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Mereka bekerja di kantor-kantor baik pemerintah dan swasta hingga pabrik serta berbagai industry lainnya. Kemudian akan ada saatnya kembali ke kampung halamannya yang disebut dengan mudik.

Tujuan dari dilakukannya mudik ke kampung halaman yaitu menjalin silahturahmi dengan orang tua, saudara, dan tetangga. Setelah mengumpulkan uang selama diperantauan mereka akan bebrbagi sedikit hasil rezekinya dengan saudara di kampung halaman. Bahkan memanfaatkan hari libur dengan berwisata bersama keluarga menjadi terapi psikologis. Juga mengingat asal-usul daerah dan leluhur bagi mereka yang merantau.

Sumber: Tradisi Mudik Lebaran: Sejarah Dan Asal usulnya www.tokpedia.com

Sejarah Mudik di Indonesia: Pengertian Beserta Asal-usul Istilahnya www.news.detik.com

Exit mobile version