IF atau intermittent fasting atau biasa disebut diet puasa adalah metode untuk mengatur pola makan dengan menerapkan program puasa makan selama waktu tertentu. Meskipun begitu, kita masih bisa minum seperti biasa. Berbeda dengan sebutan diet yang mengarah pada pembatasan atau pengurangan pada porsi makan, metode IF lebih fokus pada mengatur pola dan kebiasaan makan pada waktu yang ditentukan.
Diet ini memang tidak mengatur jenis makanan yang perlu kita batasi untuk dikonsumsi, namun saat mengonsumi makanan kita paham waktu dan kapan harus berhenti. Umumnya bentuk dari diet ini merekomendasikan kita untuk puasa selama 16 jam atau waktu yang bisa kita atur sendiri. Bagi anda yang hanya sekedar menerapkan pola hidup sehat ataupun mengatasi obesitas yang berlebihan dapat menggunakan metode diet yang satu ini.
Manfaat Intermitte Fasting
Perlu kita tahu bahwa puasa memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan kita. Maka dengan menjalankan diet intermittent fasting ini menawarkan berbagai efek baik untuk tubuh, diantaranya:
- Menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak perut
Saat melakukan diet ini membantu kita mengonsumsi kalori dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dan meningkatkan metabolisme walaupun dengan porsi kecil. Hal ini nyatanya memberikan efek yang positif untuk menghilangkan lemak pada perut dan penurunan berat badan.
2. Mengubah fungsi hormom, gen, dan sel
Melalui puasa terjadi peningkatan di kadar hormon pertumbuhan sekaligus penurunan kadar insulin. Tak hanya itu, sel tubuh pun melakukan proses regenerasi dan perbaikan hingga mengubah gen yang kita perlukan.
3. Meningkatkan kerja otak
Diet IF mampu membantu pada peningkatan kerja otak. Sebab metode intermittent fasting mendukung terbentuknya saraf baru dan melindungi otak dari berbagai risiko kerusakan.
4. Penurunan risiko diabetes tipe 2
Kemudian, metode ini mampu menurunkan gula darah bagi para pengidap diabetes sekaligus pengurangan kadar insulin. Artinya diet puasa sangat membantu dalam menurunkan kadar gula darag dan resiko resistensi insulin, terlebih pada pria.
Cara Intermitten Fasting
Sebenarnya, metode dan jadwal dari intermitten fasting boleh kita tentukan sendiri. Akan tetapi, beberapa metode dan jadwal diet puasa yang popular dan umum dilakukan adalah sebagai berikut:
- 16:8 method atau Daily time-restriced yaitu dengan mengonsumsi makanan dalam jangka waktu 8 jam dan dilanjutkan dengan puasa selama 16 jam. Contohnya, Anda akan memulai makan pada pukul 10 pagi hingga 6 malam dan dilanjutkan puasa pada jam 6 malam hingga 10 pagi keesokan harinya.
- 5:2 fasting yaitu mengonsumsi makanan dengan porsi normal selama 5 hari dan berpuasa atau membatasi kosnumsi kalori kurang dari 500 kalori selama 2 hari dalam waktu 1 minggu.
- Alternate-day fasting yaitu mengonsumsi makanan dengan porsi normal pada suatu hari, lalu berpuasa penuh atau hanya mengonsumsi makanan kurang dari 500 kalori di hari berikutnya.
- Warrior diet yaitu mengonsumsi buah dan sayur pada siang hari, lalu dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan dengan porsi normal pada malam hari.
Meskipun begitu, cara dari IF perlu untuk diperhatikan agar tidak dilaukan dengan ekstrem. Sebab melakukan intermitten fasting dengan ekstrem dapat memicu beberapa efek samping seperti, perubahan suasana hati, perubahan jam tidur bahkan insomnia, mudah merasa lapar, pusing atau sakit kepala, lemas, mual dan muntah, hipertensi, anemia, dan gangguan makan. Maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah konsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan program diet yang kita lakukan sesuai dengan kondisi kesehatan yang kita miliki dan hasil yang maksimal.
Sumber: Diet Intermittent Fasting www.haldoc.com
Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting (IF) dan Manfaatnya www.siloamhospitals.com

