Site icon Suplemind Indonesia

Pendopo Pengayoman Temanggung, Dari Rumah Dinas Bupati Menjadi Rumah Rakyat

Pendopo Pengayoman Menjadi Ruang Rakyat/Sumber:RadarMagelang

Pada pertengahan tahun 2025, terjadi sebuah transformasi yang menarik di Temanggung, tepatnya di Pendopo Pengayoman rumah dinas resmi Bupati Temanggung. Dulu kerap dianggap tempat tertutup, kendati sakral dan penuh wibawa, kini pendopo itu berubah wajah menjadi ruang publik dinamis yang mengundang gelak tawa, tepuk tangan, hingga haru biru. Perubahan ini bukan cuma soal fisik pagar dibuka, halaman dipadati pengunjung tapi menyimbolkan semangat partisipasi warga, kebersamaan, dan kebangkitan seni budaya lokal.

Awalnya, Pendopo Pengayoman yang berdiri anggun di pusat kota Temanggung itu hanya difungsikan untuk agenda pemerintahan. Namun sejak awal 2025, di bawah kepemimpinan Bupati Agus Setyawan lekat dengan sapaan “Agus Gondrong”. Kesadaran muncul bahwa tempat ini punya potensi untuk menjadi titik temu masyarakat. Langkah pertama yang mencuat adalah pembongkaran pagar. Aksi anak muda November 2024 ikut membuka jalan, mereka berdemonstrasi secara kreatif, menuntut pendopo menjadi ruang public dan diterima hangat oleh pemerintah. Aksi ini menandai awal komitmen publik untuk mencairkan citra pendopo, dari eksklusif menjadi egaliter.

Semua rangkaian kegiatan belum tentu berjalan kalau warga Temanggung tidak merespons positif. Rekaman dari akun Media Center Temanggung misalnya memperlihatkan antusiasme tinggi saat nobar Timnas Indonesia, nobar Piala Dunia, hingga pagelaran Jaran Kepang di pendopo. Ribuan warga duduk bersama, menikmati pertandingan atau pertunjukan budaya, seperti menghadiri acara komunitas lokal. Keceriaan itu nyata, seperti yang terlihat dalam foto dan video orang tua, anak-anak, remaja, semua hadir. Mulai dari ibu-ibu pembeli kudapan UMKM hingga bapak-bapak handai taulan nongkrong santai menikmati kesenian, membuka cerita baru bahwa pendopo kini lebih ramah dan hidup. UMKM lokal pun merasakan dampaknya. Acara-acara budaya dan hiburan rutin mendatangkan pengunjung yang laparnya ingin diisi. Penjual jajanan tradisional, pedagang batik tenun, perajin souvenir khas Temanggung.

Kebijakan pemerintah daerah juga kian rapi dalam mengoptimalkan fungsi pendopo. DKKD dan tim kreatif Kabupaten Temanggung merancang format acara yang variative, bukan hanya pagelaran tunggal, tapi ada paket cerdas cermat, turnamen E‑Sport, nobar, pagelaran wayang, budaya tradisional, serta perayaan keagamaan. Format ini memberi jaminan keberlanjutan dan keberagaman acara, sehingga berbagai kelompok masyarakat merasa terakomodasi. Bupati Agus bahkan meminta pendopo dikelola seperti “rumah rakyat”, bukan domain eksklusif birokrasi tetapi sebuah pendekatan inklusif yang menunjukan kepemimpinan visioner.

Sumber:

Exit mobile version