Site icon Suplemind Indonesia

Racikan Dawet Mak Cowek: Kuliner Legendaris yang Bertahan Lintas Generasi di Magelang

Sebuah lokasi di Kota Magelang yang terkenal dengan jajanan pasar tempo dulu adalah Pasar Ngasem, letaknya di Kecamatan Magelang Tengah. Jajanan tradisional yang kerap dicari-cari pengunjung yaitu Dawet Magelangan ala Mak Cowek. Dawet Mak Cowek telah eksis dijajakan sejak tahun 1960, dan Mak Cowek sendiri adalah generasi ketiga keluarganya yang saat ini berusia 67 tahun tetap melanjutkan usaha kuliner tradisional ini.

Berdasarkan pantauan tim Suplemind.id dalam tulisannya di Tribun Jogja, kuliner satu ini dimulai oleh nenek Mak Cowek pada tahun 1960. Saat itu buyutnya menjajakan dawet berkeliling dan menyusuri berbagai kampung di Kota Magelang. Sewaktu Mak Cowek kecil turut serta berjualan bersama dengan buyutnya, melihat secara langsung proses merintis usaha dawet sejak awal. Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, usaha dawet ini menetap pada sebuah lapak yang berada di Stasiun Magelang Kota atau saat ini menjadi sub Terminal Kebonpolo. Berjalannya waktu, pada tahun 1976 bersamaan dengan ditutupnya stasiun dan berubah menjadi terminal beberapa waktu setelahnya, para pedagang disana termasuk Mak Cowek berpindah ke Pasar Ngasem hingga hari ini.

Racikan Es Dawet buatan Mak Cowek menjadi pilihan kuliner favorit para penikmatnya yang ingin merasakan nikmat dan kesegaran dari minuman dawet ini. Tidak hanya itu, keramahan Mak Cowek yang menawarkan jasa curhat gratis bersamaan dengan menikmati dawet buatannya menjadi magnet tersendiri. Secara kasat mata, es dawet ala Mak Cowek ini memiliki keunikan dalam pemilihan bahan utama cendol dan camcau sejak generasi pertama. Dengan penyesuaian selera pelanggan dan pengembangan inovasi, Mak Cowek turut menghadirkan tape, pleret, dan roti menjadi variasi dalam es dawetnya.

Pada awalnya cendol terbuat dari tepung pati garut, namun kini menggunakan tepung beras yang sudah jadi tanpa melakukan proses menumbuk. Meskipun begitu cita rasa dawet Magelangan ini tetap dikenal akan rasa khas yang muncul dari keseimbangan manis gula dan gurihnya santan yang terpadu. Rasa segar yang ada dalam perpaduan camcau bertekstur kenyal dan lembutnya cendol, yang mana keduanya dibuat langsung oleh Mak Cowek. Dipadukan dengan bahan-bahan tambahan lainnya membuat variasi rasa manis, gurih, dan sedikit asam dari tape menjadi satu dalam sebuah mangkok dawet. Harga untuk semangkok dawet terbilang sangat murah, dimulai dengan Rp 4.00 per porsi saja untuk cita rasa outentik generasi ke generasi.

Sumber: Mencicipi Dawet Magelangan Mak Cowek, Jajanan di Pasar Ngasem Kota Magelang yang Eksis Sejak 1960 www.jogja.tribunnews.com

Searnya Nyeruput Dawet Mak Cowek Pasar Ngasem Magelang, Eksis Sejak 1960 www.detik.com

Exit mobile version