Site icon Suplemind Indonesia

Marathon Konservasi Kedu, Lereng Sindoro Bertransformasi Jadi Oase Hijau!

Foto upaya mengkapanyekan lingkungan hijau oleh penggiat komunitas pecinta alam di Kedu oleh Citarum Harum Juara

Foto upaya mengkapanyekan lingkungan hijau oleh penggiat komunitas pecinta alam di Kedu oleh Citarum Harum Juara

Marathon Konservasi yang diselenggarakan oleh komunitas pecinta alam di kawasan Kedu Adalah gerakan positif yang menggabungkan olahraga dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini melibatkan puluhan komunitas pecinta alam di Temanggung dan sekitarnya, yang bersama-sama menanam ribuan bibit pohon di lereng Gunung Sindoro. Program ini turut menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana alam seperti longsor dan banjir, sekaligus menjaga kelestarian hutan lindung di wilayah Kedu Utara.

Acara Marathon Konservasi ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Badan SAR Daerah (Basarnas) yang menjadikan aktivitas penanaman pohon sebagai peringatan ulang tahun emas mereka. Program ini dimulai sejak November 2021 dan terus berlanjut hingga awal tahun 2022 dengan berbagai titik aksi penanaman bibit pohon di jalur pendakian Gunung Sindoro via Kledung. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki fungsi ekosistem hutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi alam.

Selain aspek konservasi, Marathon Konservasi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta alam di wilayah Kedu. Mereka tidak hanya sekedar bertemu untuk berlari, namun juga mendapatkan kesempatan edukasi lingkungan serta berbagi pengalaman dalam pelestarian alam. Aktivitas ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk penyelamatan kawasan hutan dan keberlanjutan ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat sekitar.

Pentingnya keterlibatan peran komunitas dalam konservasi alam menjadi fokus utama dari kegiatan marathon ini. Dengan kesadaran bersama yang tumbuh melalui kegiatan aksi lingkungan, khususnya para generasi muda diharapkan memicu munculnya gerakan konservasi yang lebih besar dan berkelanjutan. Komunitas pecinta alam Kedu menunjukkan bahwa komunitas pecinta alam bisa menjadi cara efektif untuk mengampanyekan perlindungan lingkungan sekaligus mendorong gaya hidup sehat.

Gerakan ini juga didukung oleh pemerintah daerah dan Perum Perhutani yang bertugas mengelola kawasan hutan lindung tersebut. Penanaman bibit pohon di lereng Sindoro diprioritaskan pada area yang rawan erosi supaya bisa mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim dan aktivitas manusia. Kerjasama lintas sektor tersebut menjadi model ideal untuk konservasi alam yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan komunitas secara sinergis.

Marathon Konservasi yang dilakukan komunitas pecinta alam Kedu tidak hanya aktivitas sesaat, tetapi sebagai gerakan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian alam di wilayah pegunungan Jawa Tengah. Upaya konservasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dan memberikan contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi pola serupa demi memperkuat pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana secara sistemik.

Sumber: Maraton Konservasi, Komunitas Pecinta Alam Tanam Seribu Pohon di Lereng Sindoro www.jatengprov.go.id  

Komunitas Pecinta Alam Tanam 1.000 Pohon di Lereng Sindoro Temanggung www.jateng.antaranews.com

Konservasi Terus Berlanjut, 1.000 Pohon Ditanam Pecinta Alam di Lereng Gunung Sindoro www.harianmerapi.com

Exit mobile version