Site icon Suplemind Indonesia

Viralnya Kisah Perceraian dan Selingkuh di Medsos, Gen Z Pilih Jaga Jarak dari Pernikahan

Foto Gen Z mulai mempertimbangkan untuk enggan menikah karena viralnya perceraian dan perselingkuhan di media sosial oleh Thriving Center of Psychology

Foto Gen Z mulai mempertimbangkan untuk enggan menikah karena viralnya perceraian dan perselingkuhan di media sosial oleh Thriving Center of Psychology

Pemberitaan tentang perceraian dan perselingkuhan yang sering viral di media sosial menjadi factor pendorong sikap generasi Z untuk menunda atau bahkan enggan menikah. Di era digital saat ini, banyak kasus perceraian yang salah satu pemicunya adalah perselingkuhan yang terungkap melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan aplikasi chat lainnya. Fenomena ini tentunya menimbulkan kekhawatiran, yakni media sosial justru menjadi pemicu keretakan rumah tangga yang terlihat nyata di depan mata.

Berdasarkan pantauan tim suplemind.id, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka perceraian di Indonesia pada tahun 2024 mencapai hampir 400 ribu kasus. Melalui berbagai faktor penyebab perceraian, perselingkuhan, baik yang terjadi secara offline maupun yang terungkap melalui media sosial menjadi salah satu alasan utama. Contohnya, di Kabupaten Bojonegoro tercatat hampir 48% kasus perceraian akibat perselingkuhan yang dibuktikan lewat bukti media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi digital kerap merusak kepercayaan dan stabilitas rumah tangga.

Ketakutan para Gen Z pada pernikahan juga dipengaruhi oleh pengalaman buruk yang mereka lihat melalui media sosial. Banyak dari mereka tumbuh di lingkungan yang menyaksikan kegagalan pernikahan orang tua atau kerabat terdekat akibat perselingkuhan dan konflik rumah tangga yang dipublikasikan secara luas. Sikap ini diperkuat oleh tren fenomena, yaitu “Marriage is Scary” yang mengungkap bahwa Gen Z lebih memilih hidup sendiri dan menunda menikah untuk menghindari konflik dan ketidakbahagiaan jangka panjang yang kerap berujung pada perceraian.

Dinamika pemberitaan perceraian dan perselingkuhan di media sosial bukan hanya mempengaruhi persepsi semata, tetapi juga menjadi bahan diskusi viral dalam komunitas Gen Z. Mereka yang aktif di platform seperti TikTok dan Instagram sering membagikan video, kisah, atau meme yang menggambarkan pahitnya perceraian serta risiko perselingkuhan dalam pernikahan. Akibatnya, ada rasa skeptis dan kehati-hatian yang semakin besar dalam mengambil keputusan menikah di usia muda.

Selain faktor media sosial, ketakutan finansial juga menjadi alasan pendukung bagi Gen Z untuk menunda pernikahan. Mereka menyadari bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan materi yang memadai. Ditambah lagi, kasus-kasus perselingkuhan dan perceraian yang terungkap di media sosial membuat mereka semakin berhati-hati. Harapannya agar pernikahannya nanti tidak mengalami hal yang sama di masa depan. Dengan kondisi ini, sikap menunda atau menghindari pernikahan menjadi solusi sementara yang dianggap lebih aman oleh generasi muda saat ini.

Sumber: Perceraian di Era Digital: Kasus Perselingkuhan Menjadi Tren di Media Sosial dan Dampaknya Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara

Media Sosial Memicu Naiknya Angka Perceraian? Yuk Cek Faktanya www.kompasiana.com

Pengalaman Istri Yang Menjadi Korban Perselingkuhan di Media Sosial Facebook Skripsi Universitas Andalas

Exit mobile version