MAGELANG – Guna menekan angka penyebaran informasi palsu di tingkat desa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). Kegiatan ini bertajuk “Mewujudkan Ruang Digital yang Sehat Melalui Penyuluhan Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial”. Program pengabdian ini diselenggarakan dengan menggandeng ibu-ibu PKK Dusun Musuk serta komunitas remaja CFD sebagai mitra strategis.
Langkah kolaboratif ini diambil karena kedua kelompok tersebut dinilai memiliki peran sentral dalam ekosistem informasi keluarga dan pergaulan remaja. Penyuluhan ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi digital masyarakat rural agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab saat beraktivitas di dunia maya.
Tantangan digital di lingkungan masyarakat
Kesadaran akan pentingnya literasi digital melatarbelakangi para mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan. Ibu-ibu PKK acap kali menjadi target maupun penyebar pertama berita hoaks di grup percakapan keluarga akibat kurangnya penyaringan informasi. Di sisi lain, kelompok remaja CFD sangat rentan terpapar serta terlibat dalam pusaran ujaran kebencian di platform media sosial populer.
Melalui pendekatan edukatif ini, mahasiswa UNIMMA hadir untuk memberikan benteng pertahanan informasi. Masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen konten yang pasif, melainkan menjadi agen penyaring informasi yang valid sebelum membagikannya ke lingkungan sekitar.
Strategi saring sebelum sharing
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan materi intensif mengenai etika bermedia sosial. Mahasiswa mengupas tuntas cara kerja algoritma media sosial yang sering menjebak pengguna dalam ruang gema, serta memberikan panduan praktis mengenai verifikasi informasi. Penyampaian materi dikemas melalui metode diskusi interaktif dan simulasi kasus nyata. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, dibuktikan dengan banyaknya sesi tanya jawab mengenai pengalaman harian mereka yang hampir setiap hari menemui berita kontroversial.
Implementasi nyata nilai pancasila
Selain berfokus pada kecakapan teknis, program ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Menjaga lisan dan jempol di ruang digital merupakan wujud dari pengamalan sila ketiga, yaitu menjaga persatuan dengan cara saling menghormati sesama pengguna internet.
Melalui keberlanjutan program pengabdian masyarakat seperti ini, diharapkan warga Dusun Musuk dapat menjadi pelopor dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan minim konflik virtual. Sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal ini diharapkan terus berlanjut demi memutus rantai penyebaran disinformasi dari lingkup terkecil.

