Muntilan, Sabtu (17/10/2026) — Pengajian pagi yang dilaksanakan di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pucungrejo, Muntilan, pada Sabtu (17/10/2026), membahas tema “Amalan Berpahala Istana Surga”. Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Seneng Widodo ini mengajak jamaah untuk memahami berbagai amalan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Melalui kajian tersebut, jamaah diingatkan bahwa amalan yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten memiliki nilai penting dalam kehidupan seorang muslim.
Salah satu amalan yang dibahas adalah membangun masjid dengan ikhlas karena Allah SWT. Mengacu pada hadis riwayat Ibnu Majah yang disampaikan dalam materi kajian, orang yang membangun masjid karena Allah SWT akan mendapatkan balasan berupa rumah di surga. Amalan ini tidak harus dilakukan dengan membangun masjid secara keseluruhan. Seseorang dapat berkontribusi sesuai kemampuannya, misalnya melalui sumbangan uang atau bahan bangunan. Hal terpenting adalah keikhlasan niat dalam membantu pembangunan tempat ibadah.
Amalan berikutnya adalah membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali. Sadis yang dinisbatkan kepada Imam Ahmad tentang keutamaan membaca Surah Al-Ikhlas dan balasan berupa istana di surga. Amalan ini tergolong ringan dan tidak membutuhkan waktu lama sehingga dapat dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, jamaah juga diajak melaksanakan salat Duha empat rakaat dan salat sunah sebelum Zuhur empat rakaat. Kedua amalan tersebut menjadi bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah.
Ustadz Seneng Widodo juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sunah rawatib sebanyak 12 rakaat dalam sehari semalam. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, seorang muslim yang menjaga 12 rakaat salat sunah dalam sehari akan dibangunkan rumah baginya di surga. Rinciannya meliputi dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum Zuhur yang dikerjakan dengan dua kali salam, dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Magrib, dan dua rakaat setelah Isya.
Selain itu, jamaah dianjurkan meninggalkan perdebatan yang tidak bermanfaat, bahkan ketika merasa berada di pihak yang benar. Pesan ini mengajarkan bahwa menjaga kedamaian dan hubungan baik dengan orang lain lebih penting daripada sekadar memenangkan perdebatan. Selain itu, meninggalkan kebohongan juga menjadi bagian dari amalan yang perlu dibiasakan. Kejujuran dapat membangun kepercayaan, sedangkan kemampuan mengendalikan ucapan membantu seseorang menjaga hubungan sosial dengan lebih baik.
Amalan lainnya adalah membiasakan diri berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak yang baik dapat diwujudkan melalui sikap sopan, menghormati orang lain, menjaga perkataan, dan menghindari tindakan yang menyakiti sesama. Dalam kajian tersebut, turut disampaikan pentingnya mengucapkan Alhamdulillah dan kalimat istirja, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ketika menghadapi musibah berupa wafatnya anak. Sikap sabar dan menerima ketetapan Allah menjadi bagian penting dalam menghadapi kehilangan.
Selanjutnya, jamaah diajak membiasakan membaca doa ketika memasuki pasar serta menutup celah dalam saf salat. Membaca doa masuk pasar menjadi pengingat untuk senantiasa mengingat Allah ketika menjalankan aktivitas ekonomi dan berinteraksi dengan orang lain. Sementara itu, menutup celah dalam saf salat mengajarkan pentingnya meluruskan dan merapatkan barisan ketika melaksanakan salat berjamaah
Melalui kajian “Amalan Berpahala Istana Surga”, jamaah diajak memahami bahwa meraih rida Allah SWT dapat dimulai dari amalan sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten. Mulai dari membantu pembangunan masjid, membaca Surah Al-Ikhlas, menjaga salat sunah, hingga meninggalkan perdebatan dan kebohongan, setiap amalan mengandung pelajaran tentang ketaatan dan perbaikan diri. Kajian ini menjadi pengingat bahwa ilmu agama tidak cukup hanya dipahami, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata agar membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

