(sumber gambar : mojok.co)
“Laki-laki kok skincare-an?”
Cibiran itu selalu diberikan untuk laki-laki yang punya kepedulian lebih untuk merawat dirinya. Mereka beranggapan kalau laki-laki harus terlihat gagah, kusam, dan tidak peduli dengan penampilan mereka hanya untuk tetap menyandang gelar ‘maskulin’. Tapi kamu tau gak sih kalau sekarang anggapan laki-laki yang pakai skincare itu sudah jauh berbeda?
Saat ini semakin banyak yang beranggapan bahwa skincare juga dibutuhkan laki-laki, tanpa mengurangi sisi ‘masculinity’ yang mereka punya. Hal ini sejalan karena semakin banyak laki-laki yang menggunakan skincare, dan peduli tentang kondisi kesehatan kulit mereka. Seperti penjelasan dari Chief Operating Officer MarkPlus Institute, Yosanova Savitry, hasil survei MEN/O/LOGY Index 2024 yang membuktikan bahwa, hampir 50% pria Indonesia pernah melakukan perawatan di klinik kecantikan, dan kebanyakan soal rambut. Ternyata laki-laki Gen X (1965-1980) memiliki jumlah lebih banyak (72%) yang mengunjungi klinik kecantikan dibandingkan Gen Z (63,6%).
Dari hasil survei tersebut, terlihat bahwa sudah banyak masyarakat terutama laki-laki yang mulai punya awareness dengan penampilan dan wajah mereka. Hal ini membuktikan bahwa merawat tubuh bukan hanya boleh dilakukan oleh perempuan saja, tetapi laki-laki pun perlu melakukannya untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka. Karena saat ini, ada beberapa pekerjaan yang menuntut untuk berpenampilan menarik. Misalnya dibidang marketing, perbankan, customer service. Ini sejalan dengan pendapat yang dikeluarkan oleh Pradana May Yudha Chandra Kusuma sebagai salah satu mahasiswa Universitas Swasta di Magelang yang beranggapan kalau saat ini banyak pekerjaan yang menyantumkan syarat ‘good looking’.
“Menurutku sih penting ya merawat kulit biar tetap lembab dan ngga terlalu terpapar sinar matahari, soalnya sekarang kan apa-apa yang dilihat itu look nya. Jadi, kita harus ngikutin zaman, apalagi ada syarat pekerjaan yang mengharuskan good looking. Jadi ya wajar aja kalau sekarang semua kalangan ngerawat kulit mereka,” ujar Pradana.
Pendapat lain juga disampaikan oleh salah satu pegawai swasta, Baby Sheva. Dirinya beranggapan bahwa merawat kulit tidak akan sama sekali mengurangi sisi masculinity yang dimiliki laki-laki, karena menurutnya skincare bisa digunakan siapapun.
“Buatku pribadi gapapa cowo mau pake skincare, dan gaakan keliatan lemah sama sekali. Soalnya cowo itu dilihat dari provider mindset nya, bukan dari dia pake skincare atau ngga. Soalnya cewe pun suka ngeliat cowo yang peduli sama dirinya sendiri,” jelas Baby.
Pernyataan ini pun dibenarkan oleh seorang dokter kecantikan di salah satu klinik kecantikan yang ada di Kota Magelang, Epy Galuh Risana. Dirinya menjelaskan bahwa perawatan bukan hanya diperuntukkan perempuan saja, tetapi laki-laki pun perlu merawat diri mereka. Karena merawat diri itu untuk tetap menjaga kesehatan diri sendiri.
“Perawatan wajah itu bukan hanya untuk wanita saja, tapi pria juga butuh untuk menjaga kesehatan. Karena kalau kulitnya ga sehat juga pasti akan ga enak dipandang, jadi ngga usah mendengarkan persepsi orang,” ujar Epy.
Dirinya juga menjelaskan bahwa treatment antara wanita dan pria jelas berbeda, karena laki-laki hanya memerlukan basic skincare yang berbeda dengan wanita.
”Untuk pria itu yang basic-basic aja, seperti penggunaan facial wash, moisturizer, dan juga sunscreen itu yang penting,” tambahnya.Jadi dapat disimpulkan bahwa merawat diri dengan menggunakan skincare tidak akan membunuh jiwa ‘laki-laki’ mereka, karena itu merupakan sebuah tindakan self love untuk tetap menghargai dirinya.

