Belantara

Gunung Tidar, Paru-paru Kota Magelang yang Semakin Hijau

Magelang, Jawa Tengah – Gunung Tidar merupakan sebuah ikon di Kota Magelang yang tak hanya menyimpan nilai sejarah dan budaya, tetapi juga berperan penting sebagai paru-paru kota. Keberadaannya sebagai kawasan hijau di tengah hiruk pikuk perkotaan menjadi penyeimbang bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebun Raya Gunung Tidar, Satrio Agung Laksono menjelaskan bahwa Gunung Tidar ditetapkan sebagai Kebun Raya pada tahun 2021. Sebagai Kebun Raya Gunung Tidar fokus menjalankan lima fungsi utama. 

“Sejak ditetapkan sebagai Kebun Raya pada 12 Januari 2021, kami fokus menjalankan lima fungsi utama, yaitu konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan,” ungkap Satrio.

Ia menyampaikan, jika Gunung Tidar merupakan kawasan konservasi dan sedang dalam proses untuk pemenuhan fungsi pelestarian alam di luar habitat aslinya (ex situ). Oleh sebab itu pengelola masih perlu pengawasan lebih lanjut. 

Upaya Pencegahan Kerusakan Gunung Tidar

Dalam upaya pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan, UPT Gunung Tidar bekerja sama dengan masyarakat sekitar dan dinas terkait untuk melakukan pengawasan agar kelestarian Kebun Raya Gunung Tidar tetap terjaga. Selain itu, pihak UPT Gunung Tidar juga sering memberikan himbauan kepada pengunjung untuk saling menjaga lingkungan.

“Kita ada tim monitoring, evaluasi, dan pelaporan. Jadi kalau utamanya untuk mencegah kerusakan, yang pasti kita kan ada UPT Kebun Raya Gunung Tidar di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang,” ujar Satrio.

Masyarakat sekitar sangat berperan aktif dalam upaya menjaga kelestarian Gunung Tidar. Karena dengan saling menjaga, kualitas hidup masyarakat semakin terjamin. Apabila ada oknum yang melakukan pelanggaran, UPT Kebun Raya Gunung Tidar dan masyarakat sekitar akan memberikan teguran atau memberikan himbauan dengan skala tertentu. Dan jika memang tindak pelanggaran yang dilakukan seperti mencuri kayu ataupun pelanggaran dengan skala besar UPT akan menyerahkan ke pihak yang berwenang. 

Fasilitas Wisata Edukasi di Gunung Tidar

Ada beberapa fasilitas yang mendukung untuk kegiatan edukasi dan wisata. Di antaranya adalah Mekanisme dan Pelayanan Edu Wisata (Mas Pandu) dan Sistem Informasi Botani (SIBOTA). Mas Pandu merupakan Mekanisme dan Pelayanan Eduwisata yang bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada setiap pengunjung baik pendampingan medis, media, dan juga guiding. Sedangkan SIBOTA merupakan Sistem Informasi Botani yang bertujuan untuk memberikan informasi pada tanaman yang diberi label ataupun barcode.

 “Yang edukasi bisa naik ke puncak Gunung Tidar, peneliti juga bisa. Nanti itu ada label-label tanaman, itu label tanaman SIBOTA. Namanya itu salah satu fasilitas kita untuk wisata dan edukasi. Karena itu isinya tentang tanaman yang ada. Jadi tanaman kita beri label, bisa di scan, bisa dibaca didalamnya. Di situ juga ada keterangan singkatnya,” ujar Satrio.

Dalam tata kelola Gunung Tidar, ada beberapa pihak yang terlibat. Tetapi pengelola utamanya adalah UPT Gunung Tidar yang dibantu Polsek dan Koramil.

“Untuk pengelolaan Gunung Tidar ada banyak pihak yang yang terlibat. Utamanya adalah, jika ada kegiatan yang melibatkan banyak orang atau membuat keramaian, yang memberikan izin adalah Pemerintah Kota Magelang. Prosesnya dari UPT, DLH, lalu baru ke Wali Kota Magelang,” papar Satrio, sebagaimana dalam wawancara.

Dengan berbagai program yang dijalankan, diharapkan Gunung Tidar akan terus menjadi paru- paru kota Magelang yang hijau dan asri, serta menjadi tempat wisata edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Related posts
BelantaraFeature

7 November: Temanggung Rayakan Hari Wayang Nasional dengan Semangat Budaya dan Persaudaraan

Setiap tanggal 7 November, Indonesia memperingati Hari Wayang Nasional sebagai pengakuan atas seni…
Read more
Belantara

Jejak Karya dari Batu: Muntilan dan Warisan Kerajinan yang Tidak Lekang oleh Waktu

Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dikenal luas bukan hanya karena…
Read more
Belantara

Ketika Bumi Memanas: Menyadari Krisis Iklim yang Kian Nyata di Sekitar Kita

Perubahan iklim bukan lagi isu yang jauh atau hanya dibicarakan di ruang-ruang konferensi dunia.
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *