Pemadaman listrik masal atau ‘blackout’ terjadi di Pulau Bali pada 2 Mei 2025. Tentunya pemadaman ini memicu lumpuhnya aktivitas masyarakat, walaupun hanya sementara nyatanya ini tetap saja merugikan masyarakat. Contohnya adalah Bandara Internasional Ngurah Rai yang terkena dampak dari blackout ini, sehingga bandara harus mengandalkan pasokan listriknya dari cadangan berbentuk genset.
Lalu lintas di Denpasar pun terlihat kacau, dengan terjadinya penumpukkan kendaraan di perempatan atau pertigaan jalan. Lampu merah tidak berfungsi dan seluruh kendaraan saling serobot. Tentunya kekacauan ini diperkeruh dengan suara klakson yang bersahutan, sebab tiap pengendara bingung dan saling berebut jalan. Hal ini membuat kemacetan yang cukup panjang, namun akhirnya kemacetan dapat diurai dengan bantuan polisi.
Suasana di jalan tol pun mencekam tanpa bantuan penerangan jalan. Hal ini disebabkan oleh listrik untuk penerangan jalan Tol Bali Mandara dipasok langsung oleh listrik dari PLN. Hingga pukul 19.55 terlihat lampu penerangan jalan masih padam total, tetapi gerbang tol masih beroprasi berkat listrik yang disuplai dari genset. Hingga akhirnya PLN menurunkan petugasnya untuk memperbaiki penerangan yang padam di jalan tol.
Pemadaman listrik ini pun turut membuat sinyal jaringan seluler sempat hilang di beberapa titik, menurut Gubernur Bali Wayan Koster terdapat 80% wilayah Bali yang terkena pemadaman listrik. Pihak PLN pun tengah menghidupkan listrik kembali secara bertahap, seperti di kawasan Tabanan, Simpang Universitas Udayana, Buleleng, dan Gianyar. Meskipun begitu pemulihan dari blackout ini belum sepenuhnya merata dan beberapa wilayah masih gelap hingga malam hari.
PLN berkomitmen untuk mempercepat pemulihan agar tidak menganggu Hari Raya Kuningan yang akan digelar esok hari pada Sabtu 3 Mei 2025. Dengan begitu aktivitas pariwisata dan kejuaraan dunia panjat tebing di Nusa Dua tidak terhambat dan berjalan semestinya. Meskipun begitu, kejadian ini tetap saja menghambat aktivitas warga bali yang tengah mempersiapkan sembahyang Hari Raya Kuningan. Karna para umat hindu Bali memasang gantung-gantung dan perlengkapan upakaranya di malam hari sebelum hari Kuningan. Atas terjadinya pemadaman tersebut, warga Bali harus mempersipkan hari upacara dalam keadaan gelap dan hanya mengandalkan bantuan pencahayaan ponsel saja.
Penyebab dari terjadinya blackout di Pulau bali adalah gangguan di PLTU Celukan Bawang Unit 2. I Wayan Eka Susana selaku manajer Komunikasi TJSL PLN UID Bali menjelaskan bahwa pemadaman ini akibat gangguan yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik yang masuk ke wilayah Bali. Sementara Eka sebagai Sekretaris daerah Kabupaten Badung mengungkapkan hal yang berbeda, bahwa hal ini dipicu gangguan kabel laut Jawa-Bali. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegahi dua kabar tersebut yang menyebutkan bahwa terdapat gangguang pada penyaluran listrik sehinggan membuat Bali tidak kebagian pasokan serta terjadi gangguan pada kabel laut.
Istana turut mengucapkan permintaan maafnya melalui Menteri Sekretaris negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Ia meminta maad mengenai pemadaman listrik yang terjadi di Bali. Jubir Presiden Prabowo Subianto pun turut menyebut pemerintah telah melakukan koordinasi dengan PT PLN terkait pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bali. PLN memprioritaskan listrik kembali normal pada lokasi-lokasi vital terlebih dahulu, seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, dan pusat-pusat keramaian yang memastikan pelayanan umum dapat berjalan semestinya.
Sumber: Tol Gelap, Pesawat Telat, Bali Kacau gegara Blackout! www.detik.com
Bali Alami “Blackout” pada 2 Mei 2025, Aapa yang Perlu Diketahui? www.kompas.com
Kabel Bawah Laut Jawa-Bali Diduga jadi Penyebab Bali Black Out www.liputan6.com

