Potensi bencana gempa kembali hangat diperbincangkan, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan akan terjadi gempa yang disebut megathrust dalam waktu dekat ini. Didukung dengan para ahli geologi dan seismologi yang mengingatkan akan resiko akibat gempa ini di daerah Indonesia. Hal tersebut menguatkan bahwa gempa tersebut tidak hanya menjadi sebuah kemungkinan, namun tentang waktu terjadinya. Maka yang kita perlukan adalah mengenai kesiapan agar tidak menimbulkan kepanikan bukan?
Mengenal lebih dalam mengenai gempa megathrust sendiri yaitu salah satu jenis gempa yang memiliki kekuatan yang cukup besar di zona subduksi. Zona subduksi adalah daerah atau area yang dimana terjadi pergerakan lempeng tektonik yang bergerak ke bawah lempeng lainnya. Jika tegangan yang telah terkumpul selama ratusan tahun dilepaskan begitu saja, maka akan menyebabkan terjadinya gempa dengan kekuatan yang besar hingga mampu memicu terjadinya tsunami juga kerusakan yang luas.
Megthust di perkirakan dapat memicu gempa yang besar di selat sunda sekira 8,7 skala richter. Yang saat ini dapat kita lakukan adalah mengantisipasi ancaman gempa atau tsunami ditengah-tengah ancaman gempa megathrust dengan mengoptimalkan mitigasi bencana. BMKG menganjurkan mitigasi bencana untuk kita pahami agar jumlah korban jiwa yang diakibatkan oleh megthurst ini dapat diminimalisir sekecil mungkin serta untuk dihindari. Sebuah konsep yaitu tas siaga bencana menjadi topik pembicaraan warganet mengenai kesiapan dalam menghadapi situasi bencana.Tas siaga bencana berisi barang-barang penting yang harus ada dan dipersiapkan, ini dilakukan agar tetap dalam kondisi aman ketika situasi bencana terjadi.
Apa itu tas siaga bencana? Tas siaga bencana berisi dokumen penting dan berbagai kebutuhan dasar. Dokumen penting yaitu kartu keluarga (KK), KTP, SIM, paspor, dan dokumen lainnya seperti dokumen-dokumen berharga. Ini bertujuan untuk melindungi dokumen-dokumen tersebut dari kerusakan, maka menyimpan dokumen dengan bahan anti air sangat disarankan. Selain dokumen, tas siaga berisi bermacam-macam kebutuhan dasar yaitu air minum, makanan cepat saji, pakaian ganti, P3K, uang tunai, senter, jas hujan, peta, selimut darurat,pisau lipat. Barang-barang tersebut dibawa agar anda dapat memenuhi kebutuhan selama terjadi kondisi darurat.
Tas siaga bencana penting untuk dipersiapkan sebagai kesiapan dalam menghadapi kondisi bencana yang tidak terduga. Dengan peralatan kesiapan yang sudah dibawa, maka akan dapat mengurangi berbagai resiko bahkan stress yang ditimbulkan akibat bencana yang terjadi. Selanjutnya memastikan barang-barang tersebut cepat dan mudah diakses demi menunjang kelangsungan hidup pada kondisi evakuasi saat dibutuhkan. Dengan berbagai kesiapan yang sudah disiapkan akan memberikan rasa aman dan terkontrol hingga masa pemulihan ketika pasca bencana terjadi.
Tidak hanya mempersiapkan tas siaga bencana saja, namun dengan mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi bencana juga menjadi satu hal yang penting. Seperti dengan mengenali resiko yang ada disekitar kita, mengetahui lokasi titik kumpul, dan jalur evakuasi. Memastikan bangunan disekitar kita sesuai dengan standar pembangunan dan mampu menahan guncangan yang kuat. Mencari informasi mengenai apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi, khususnya saat evakuasi hingga pemulihan pasca bencana.
Memiliki kesiapan diri ketika dalam kondisi bencana, seperti memposisikan diri untuk cepat berlindung ke area yang aman dan jauh dari bangunan. Bertindak dengan cepat dan efektif untuk menjaga keselamatan, maka dibutuhkan ketenangan dan tidak panik. Kemudian setelah kondisi dirasa aman segera melakukan evakuasi ke area yang lebih aman. Tetap mewaspadai ancaman tsunami dengan berada di area yang lebih tinggi. Kemudian memeriksa dan beri pertolongan kepada yang mengalami luka dengan P3K yang sudah disiapkan di tas siaga bencana.

