World

City of Festival Jadi Brand Identity Kota Yogyakarta

Foto festival yang dielenggarakan di Kota Yogyakarta oleh Sokoguru

Untuk membentuk brand identitas sebuah tempat pariwisata atau daerah yang tumbuh dibenak masyarakat memang bukan hal mudah. Citra atau brand destinasi yang mendukung pengembangan pariwisata pasti dilirik wisatawan. Contohnya Yogyakarta yang erat dan kental dengan budaya Nusantara yang tersohor di Indonesia. Yuk kita simak bersama, mengapa City of Festival menjadi brand identitas Kota Yogyakarta di 2024 ini!

Re-branding Kota Yogyakarta sendiri sudah tertuang pada RPJPD Kota Yogyakarta di Tahun 2025 hingga 2045, yang mengusung brand identitas sebagai City of Festival. Kesempatan ini digunakan untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis budaya dan kawasan cagar budaya yang menjadi destinasi pariwisata unggulan.

Ini dapat direalisasikan pada tahun ini dengan diselenggarakannya 184 event berskala nasional hingga internasional di Kota Yogyakarta. Seperti ArtJog, Pasar Kangen, Kustom Fest, Jogja Spoor Festival, Jogja NETPAC Asian Film Festifal (JAFF), J Wayang Jogja Night Carnival, dan lainnya. Event-event tersebut terfokus pada bidang kuliner, kriya, fashion, dan seni pertunjukan.

Besar harapannya melalui festival yang diselenggarakan menjadi realisasi antara potensi dan karakter dari Kota Yogyakarta. Yang kemudian dapat membentuk budaya kreatif oleh komunitas yang kreatif dalam satu wadah. Juga menggabungkan bermacam-macam kreativitas dalam penyelenggaraan festival yang variative dan penuh warna. Disisi lain pariwisata juga menggerakan perekonomian daerah wisata seperti di Kota Yogyakarta, pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama. Maka diperlukan adanya peningkatan pariwisata dari berbagai inovasi dan pengembangan ekonomi yang kreatif.

Melalui pesona budaya dan sejarah ini menawarkan peluang yang luas dalam sektor pariwisata, menilik lebih jauh Kota Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestic dan mancanegara. Kemudian melalui berbagai event yang diselenggarakan dapat memperpanjang Legth of stay atau LOS yang memperlihatkan peningkatan dari bulan Januari hingga September yang mendekati target.

Akun Instagram Keraton Yogyakarta pun turut aktif dalam membagikan informasi mengenai event yang diadakan oleh internal maupun kolaborasi dengan eksternal. Akun @kartonjogja.event turut andil dalam pembentukan brand identitas City of Festival melalui sosial media. Berbagai agenda yang sarat akan budaya kerap diselenggarakan seperti pada agenda Sore di Taman Raja pada 15-17 November 2024 yang dibagikan pada akun Instagramnya dan berkolaborasi dengan akun Instagram @jcwf.id

Melalui konsep kesadaran para praktisi seni taro para abdi dalem yang mampu menarik para wisatawan hadir pada event yang mendukung pembentukan brand identity City of Festival. Juga akun @kominfodiy atau Diskominfo Kota Yogyakarta yang kerap membagikan informasi mengenai berbagai event yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pihak mendukung rebranding Kota Yogyakarta sebagai City of Festival melalui informasi yang diberikan terkait event yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta.

Related posts
FeatureLifestylePop CultureWorld

Derap Keceriaan Doland Festival Borobudur 2025: Seru-seruan Anak Nusantara

Doland Festival Borobudur 2025 berlangsung dengan meriah di Area Marga Utama Candi Borobudur, pada…
Read more
LifestyleNewsWorld

Balutan Bikers dan Budaya dalam Borobudur International Bike Week

HDCI atau Komunitas Harley Davidson Club Indonesia menyelenggarakan Borobudur International Bike…
Read more
FenomenaNewsWorld

Wacana Surakarta yang Akan Ditetapkan Jadi Daerah Istimewa

Usulan pemekaran Surakrta atau Solo sebagai daerah Istimewa baru menjadi perbincangan yang mencuat.
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *