FeatureLifestyle

Gen Z: Gaya Hidup atau Menabung?

Foto sulitnya menabung bagi Gen Z saat ini oleh Indozone Life

Pembahasan mengenai keuangan menjadi hal yang sangat kompleks Banyak orang akan bercerita tentang sesuatu hal yang akan dibelinya, namun tidak dengan cara membayar barang tersebut dengan cash atau kredit. Tak jarang saat menghadapi hal penting seperti pendidikan, kesehatan, hingga pensiun, uang masih menjadi permasalahan utama yang akan dibahas.

Melalui survey yang dilakukan Jakpat dan Financial dalam rangka mengetahui Tingkat literasi keuangan pada tiap generasi dengan 1.295 responden. Sebanyak 705 Generasi Z tidak memiliki kredit seperti kartu kredit (CC), Kredit Tanpa Agunan (KTA), hingga kredit kendaraan bermotor. Lebih spesifiknya 40% responden memiliki cicilan kendaraan dengan rentang Rp500 ribu hinga Rp1 juta yang didominasi Gen X dan Gen Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Gen Z memiliki kesadaran yang rendah untuk mengalokasikan uangnya dalam investasi, tabungan, dan asuransi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh pendapatan yang rendah juga kurangnya pengalaman pada pengelolaan keuangan. Didukung dengan fakta mereka yang juga memiliki cicilan seperti kendaraan, maka edukasi tentang alokasi keuangan sangat perlu ditingkatkan.

Cara pengelolaan alokasi keuangan salah satunya adalah dengan menabung. Menabung dapat dilakukan dengan menyisihkan uang yang tersimpan, namun hal ini sebuah tantangan bagi Gen Z karena dirasa sangat sulit sekali untuk dilakukan. Hal yang terjadi hanya berupa pendapatan yang sekedar mampir di dompet atau sementara bertahan direkening. Mengapa hal ini sering terjadi? Yuk, kita simak dan pahami bersama.

1. FOMO (Fear of Missing Out)

Gen Z adalah potensi besar bagi mangsa pasar dalam berbagai segmen, melalui sikap konsumtif dan produktif yang dapat memengaruhi arah bagi perkembangan ekonomi dan perilaku konsumsi masyarakat. Gaya hidup yang boros ini menjadi factor yang berpengaruh pada kencenderungan sulit menabung. Melalui fenomena ini seseorang akan merasa cemas dan takut untuk ketinggalan trend, yang disebabkan oleh dampak internet yang luas. Gen Z akan terburu-buru tanpa melakukan riset dan analisis yang tepat saat mengambil keputusan.

2. Ketergantungan pada Paylater

Adanya ketersediaan sistem peminjaman fintech dan paylater saat ini membuat Gen Z kesulitan untuk menabung. Melalui data OJK 2022, menunjukkan Gen Z dan Milenial memiliki Tingkat utang yang lebih tinggi dari generasi lainnya. Sebanyak 62% rekening fintech P2P lending dimiliki oleh usia 19-34 tahun dengan sekitar 60%  total pinjaman diperuntukkan bagi kelompok usia tersebut. Kemudahan akses teknologi yang maju mempermudah Gen Z melakukan proses pengajuan pinjaman tanpa syarat yang dinilai sederhana dan praktis. Tak hanya itu, aplikasi belanja online dan fitur paylater memberikan ruang kenyamanan transaksi yang mudah.

3. Biaya Hidup Tinggi

Gen Z saat ini menghadapi beban biaya hidup yang makin tinggi. Dari laporan Federal Reserve, biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi memiliki peningkatan yang signifikan dalam beberapa decade terakhir dan melebihi laju inflasi. Hal ini membuat generasi ini terbebani dengan utang pendidikan yang meningkat sejak awal dewasa, dan kemudian membuat menabung semakin sulit untuk dilakukan.

Sumber: Survei: Gen Z Lebih Sedikit Menabung www.metrotvnews.com

Alasan Gen Z Sulit menabung, Benarkah karena Bergantung pada Paylater? www.tempo.com

5 Hal yang Bikin Gen Z sulit menabung, Kecanduan Belanja Online! www.idntimes.com

Related posts
LifestyleSabda Warga

Supermoon 2025: Event Astronomi yang Bikin Jakarta Berseri di Langit Malam

“Piknik Malam Bersama Supermoon” di Planetarium dan Observatorium Jakarta baru saja…
Read more
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
FenomenaLifestylePop Culture

Ketika Lari Jadi Tren: FOMO dalam Pelari Culture

Budaya lari kini tumbuh pesat di berbagai daerah. Komunitas bermunculan, event lari makin sering…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *