Feature

Mencari Sisa Kemasyuran Pabrik Gula di Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki banyak pabrik gula yang tersebar di beberapa wilayah. Bangunanya pun berciri khas bangunan masa penjajahan Belanda yang kini meninggalkan warisan. Joko Amperiyanto, Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (FS PPP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengatakan terdapat sekitar 17 pabrik gula yang terbangun sejak jaman Belanda. Hingga saat ini tersisa 8 pabrik gula yang eksis dan 5 diantaranya masih terus melakukan produksi.

Hadirnya pabrik gula yang tersebar di Pulau Jawa khususnya di Jawa tengah disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang dibuat pada masa Kolonial Hindia Belanda pada saat itu. Tanam paksa yang digaungkan oleh Gubernur Van Den Bosch di 1830 dilakukan untuk mengisi kekosongan kas keuangan pemerintah colonial Belanda. Salah satu komoditi yang diwajibkan saat tanam paksa adalah tanaman tebu, dengan begitu mampu mendorong naiknya jumlah Perkebunan tebu dan pabrik gula.

Kemunculan Undang-Undang terkait Gula atau biasa disebut Suikerwet pun digadang-gadang menjadi pemicu utama banyaknya pabrik gula. Peraturan ini dibuat oleh pemerintah colonial Belanda untuk menghapus kewajiban tanaman tebu yang akan diekspor ke luar negeri. Hal ini pun membuka peluang besar bagi para pemegang modal dalam membangun industry gula.

Di sisi lainnya tanah di Jawa dapat dikatakan subur karena dukungan iklim dan tanah yang cocok untuk tanaman tebu, maka membuka kesempatan perkembangan gula dan pabrik. Daerah di Jawa yang panas namun dengan curah hujan yang cukup dinilai sangat cocok untuk mengahasilkan tebu berkualitas baik. Terbukti pada tahun 1914 terdapat 191 pabrik gula di Indonesia, kemudian pada tahun 1925 meningkat menjadi 200 pabrik gula.

Pembangunan jalur atau rel kereta api pada akhir abad ke-19 dapat menjadi penyebab lain pembangunan pabrik gula. Jalur kereta api ini akan menghubungkan wilayah satu dengan lainnya untuk mengangkut berbagai jenis komoditas tanaman. Tebu yang akan diolah menjadi gula pun menggunakan kereta api sebagai alat transportasi penting di dalamnya.

Namun, melihat kemasyhuran pabrik gula di Jawa Tengah yang hanya tinggal kenangan membuat kita menerka penyebabnya. Salah satu penyababnya adalah factor regulasi yang salah dari pusat, revitalisasi mesin yang dianggap sangat terlambat karena mesin yang ada di pabrik gula tersebut adalah peninggalan Belanda. Tak hanya itu, yang cukup menghancurkan adalah krisis moneter yang membuat banyak gula mentah masuk dari luar negeri.

Sumber: Mengapa di jawa Banyak Pabrik Gula? www.kompas.com

Dari 17 Pabrik Gula di Jateng, Tersisa hanya 5 yang Eksis produksi, dua di antaranya di Pati www.betanews.com

Related posts
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
FeatureJender

Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental: Menumbuhkan Kesadaran, Menghapus Stigma

Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental kini semakin meluas, namun belum sepenuhnya dipahami…
Read more
BelantaraFeature

7 November: Temanggung Rayakan Hari Wayang Nasional dengan Semangat Budaya dan Persaudaraan

Setiap tanggal 7 November, Indonesia memperingati Hari Wayang Nasional sebagai pengakuan atas seni…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *