Risalah

Meneguhkan Tauhid dan Etos Kerja Kader melalui Syarah Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

Kegiatan rutin Kajian Sabtu Pagi di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pucungrejo, Muntilan

MUNTILAN – Kegiatan rutin Kajian Sabtu Pagi di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pucungrejo, Muntilan, kembali digelar dengan khidmat. Pada kesempatan kali ini, kajian menghadirkan Ustadz Miftahudin sebagai pemateri utama. Beliau mengupas tuntas urgensi dan implementasi ideologi persyarikatan melalui tema, yaitu “Syarah Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah”. Acara ini dihadiri oleh puluhan jemaah yang tampak antusias menyimak materi sepanjang sesi.

Dalam pemaparannya, Ustadz Miftahudin menekankan bahwa esensi utama dari gerakan Muhammadiyah adalah pengabdian yang murni. Beliau menjelaskan bahwa orientasi tauhid dan keikhlasan yang sempurna harus menjadi fondasi kokoh bagi setiap kader. Oleh karena itu, di mana pun seorang kader ditempatkan baik dalam profesi, jabatan, maupun ruang pengabdian sosial yang berbeda-beda, tujuan akhirnya wajib disandarkan hanya untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Berangkat dari fondasi tauhid tersebut, seorang Muslim sejati dituntut untuk mampu menjadi teladan yang menggerakkan (uswah hasanah) di lingkungannya. Ustadz Miftahudin mengingatkan bahwa produktivitas kerja yang dihasilkan tidak boleh hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, melainkan harus memancarkan inspirasi yang mendorong masyarakat sekitar untuk ikut berbuat kebaikan. Untuk mewujudkan hal ini, jemaah diingatkan akan pentingnya integrasi antara ilmu dan amal. Ilmu tidak boleh berhenti sebagai wacana atau teori di atas kertas, melainkan harus diamalkan dalam bentuk aksi nyata yang melahirkan solusi konkret bagi problematika umat.

Penerapan ilmu dan amal yang nyata ini tentu menuntut kader untuk memiliki manajemen waktu dan etos kerja yang produktif. Karakter produktif seorang Muslim tercermin dari sikapnya yang tidak suka menunda-nunda pekerjaan. Ketika satu urusan telah selesai, ia akan langsung bergegas mengoptimalkan waktu untuk menyelesaikan urusan produktif lainnya demi kemajuan umat.

Sebagai penutup, Ustadz Miftahudin membedah Surah Al-Hujurat ayat 15 untuk menjelaskan landasan teologis dari iman dan perjuangan seorang mukmin sejati. Keimanan yang kokoh kepada Allah dan Rasul-Nya tidak boleh menyisakan ruang bagi keraguan, melainkan harus berwujud kesiapan untuk bersungguh-sungguh dengan mengorbankan harta maupun jiwa. Prinsip inilah yang menjadi alasan kuat mengapa warga Muhammadiyah harus terus memelihara jiwa pejuang yang produktif di dalam persyarikatan. Melalui kajian ini, seluruh warga Muhammadiyah Pucungrejo diharapkan dapat terus menyegarkan komitmen ideologisnya serta merealisasikannya dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

Related posts
Risalah

Amalan Berpahala, Istana Surga

Kegiatan kajian rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu pagi kembali digelar di Gedung Aula…
Read more
Risalah

10 Amalan Berpahala Istana di Surga

MUNTILAN – Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Pucungrejo, Muntilan, dipadati oleh jemaah pada…
Read more
NewsPoliticsRisalah

Wali Kota Magelang Hadir dalam Upacara Bersejarah HUT ke-80 TNI, Tumpeng Jadi Simbol Persatuan

Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyo, hadir dalam Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *