Pembekalan kepala daerah atau retreat para pemenang Pilkada tahun 2024 pada masa kepemimpinan Prabowo Subianto tengah berjalan pada hari ke-lima. Agenda ini dilakukan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah dengan materi dari puluhan Menteri, Lemhannas dan arahan langsung dari Presiden Prabowo.
Para kepala daerah terpilih dan terlantik ini tiba di Akmil pada hari Jumat 21 Februari 2024 dengan mengenakan pakaian seragam komponen cadangan atau komcad lengkap. Hal cukup menarik perhatian warganet adalah Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP yang mengintruksikan kepada kepala daerah dari parpol PDIP agar menunda keikutsertaanya dalam agenda retreat ini. Instruksi ini tertuang pada surat DPP PDIP Nomor 7294/IN/DPP/II 2025 yang diteken per 20 Februari 2025 oleh Megawati.
Ini berimbas pada para kepala daerah dari PDIP yang kini sebetulnya sudah berada di Magelang, tetapi belum memasuki kompleks Akmil untuk mengikuti agenda retreat. Menurut rincian yang dilakukan oleh bupati Tapanuli Tengah sebagai Politikus PDIP, terdapat sebanyak 55 kader PDIP sebagai bupati, walikota, dan gubernur yang standby di Magelang. Pihaknya tengah menunggu berbagai kemungkinan yang tergantung pada hasil komunikasi DPP PDIP dan pemerintah yang kini dijembatani oleh Gubernur Jakarta yaitu, Pramono Anung.
Walaupun begitu, Mendragi Tito Karnavian mengungkapkan bahwasanya pemerintah membuka diri kepada kepala daerah PDIP yang akan ikut bergabung dalam kegiatan retreat di Magelang. Walaupun tidak tahu pasti berapa jumlah kepala daerah kader PDIP yang berangsur masuk atau ikut serta dalam agenda ini, pihak panitia retreat tetap membuka jalan bagi kedatangannya. Namun, Tito menegaskan akan dilakukan penilaian yang berbeda antara kepala daerah yang ikut sejak hari pertama dan yang mengikuti ditengah perjalanan.
Sedangkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya merinci sebanyak 53 kepala daerah tidak hadir dalam kegiatan agenda retreat ini. Terdapat enam kepala daerah yang telah menyampaikan surat izin kepada panitia retreat antaralain, lima orang dengan alasan sakit dan satu orang dengan alasan acara keluarga. Kemudian menyisakan sebanyak 47 orang yang belum hadir dan tanpa kabar hingga Jumat petang itu.
Tito Karnavian selaku Mentri Dalam negeri menyampaikan konsekuensi kehadiran agenda retreat di Akmil saat ini. menurutnya kepala daerah yang tidak mengikuti retreat sejak awal akan diberikan sertifikat hanya sebagai partisipan saja, yang artinya tanpa ada keterangan lulus. Hal ini juga diberlakukan pada 36 kepala daerah dari PDIP yang baru bergabung di hari ke-empat berjalannya retreat. Syarat lulus pada orientasi kepala daerah ini jika kehadirannya mencapai 90 persen. Sebaliknya dengan kehadiran dibawah 90 persen atau bolong-bolong maka tidak akan mendapatkan keterangan lulus.
Berbeda dengan keperluan mendesak berupa sakit atau sifat kedaruratan lainnya, pihak panitia retreat akan memaklumi. Konsekuensi yang akan diterima oleh para kepala daerah dengan keterangan tidak lulus adalah dengan mengikuti kembali pembekalan kepala daerah. Bahkan, Bima pun menegaskan terdapat konsekuensi lainnya berupa pengurangan dana transfer daerah atau kebijakan pemerintah.
Tito Karnavian sebagai Mendragi menyebutkan, 17 kepala daerah kader PDIP bergabubg agenda retreat pada Minggu, 23 Februari 2025. Yang kemudian disusul oleh Pramono Anung, Gubernur Jakarta dan 18 kader PDIP lainnya pada Senin, 24 Februari 2025. Disusul dengan pesan yang disampaikan Tito pada kepala daerah kader PDIP untuk dapat menyesuaikan diri dengan kepala daerah lainnya yang lebih dulu bergabung. Diharpakan agar bagi kepala daerah yang baru saja masuk dapat saling berkenalan dengan yang lebih dahulu masuk dan mengikuti materi yang disampaikan hingga akhir agenda dengan baik.
Sumber: Poin-poin Retreat Kepala daerah: Kader PDIP Tak Hadir, 3 Dibawa ke RS www.cnnindonesia.com
Pramono DKK Ikut Retret, Koster DKK Tunggu Arahan, Apa Konsekuensi Lulus dan Tak Lulus dari Retreat? www.kompas.com
Mendragi Persilahkan Kepala Daerah PDI-P Gabung Retreat, tapi Tak Akan Dinyatakn Lulus www.kompas.com

