LifestylePop Culture

Bukan Gen Z Kalau Tak Punya Second Account?

Foto pengguna Instagram oleh Cydem Indonesia

Generasi Z saat ini paling sulit dipisahkan dari media sosialnya bukan? Yang kita tahu penyumbang pengguna dunia teknologi adalah Gen Z, ini didukung dengan seluruh aktivitas juga informasi yang diperoleh melalui internet. Penggunaan internet sendiri dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan yang kita mau, seperti entertain, edukasi, berita terkini, hingga wadah dalam promosi online.

Penggunaan fitur multiple account paling banyak digunakan oleh Gen Z, melalui Instagram yang digunakan untuk memudahkan dalam mengungkapkan perasaanya melalui media sosial. Yang kemudian dijadikan wadah dalam bentuk mengekspresikan dan melampiaskan diri dengan keterbukaan diri. Second account menjadi strategi yang dilakukan untuk bersembunyi dari mereka yang dianggap kurang dekat namun juga ingin berbagi tentang kesehariannya. Bukankah keterlibatan dalam media sosial tentang kehidupan sehari-hari tak dapat dilepaskan oleh Gen Z  saat ini?

Kini penggunaan second account atau akun kedua di platform media sosial Instagram menjadi paling sering digunakan para Gen Z dengan bermacam tujuan. Pada akun kedua biasanya digunakan dalam mengeksplorasi identitas dirinya yang tidak seluruhnya ingin diungkapkan pada akun pertamanya, umumnya tentang kehidupan sehari-hari yang lebih personal. Diperkuat melalui teori yang diungkapkan oleh Erving Goffman yaitu Teori Dramatugi, mengenai second account menjadi dua identitas diri bagi para Generasi Z. Melalui konsep “front stage” dan “back stage” yang berhasil diungkapkannya.

Front stage berupa interaksi di depan khalayak umum, dimana individu ingin menciptakan identitas yang diinginkannya pada akun pertama. Sedangkan back stage yaitu ruang lain dimana dia dapat mengeksperikan diri dengan lebih bebas tanpa tekanan dari public. Second account berada diantara peralihan front stage dengan back stage, yang merasa mendapatkan kebebasan jauh lebih besar dalam mengungkapkan ekspresi diri dan jelas berbeda dengan akun pertamanya. Maka nampak dual identity atau dua identitas diri digunakan dan menjadi hal umum yang digunakan para Gen Z dalam mengekspresikan dirinya pada penggunaan second account.

Diperlukan juga pembatasaan jumlah pengikut yang cenderung hanya untuk kalangan orang terdekat saja. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk menutupi juga mempertahankan identitas dirinya pada akun pertamanya dan membukanya secara luas di akun keduanya. Biasanya pada akun pertamanya menampakkan self branding yang dibangunnya agar diminati oleh para pengikutnya. Tak jarang hanya untuk mendapatkan validasi tertentu dari pandangan umum, sedangkan pada second account digunakan untuk berbagi konten tidak layak dan kurang pas dipamerkan di akun pertamanya. Maka alasan utama dibalik penggunaan second account pada akun Instagram adalah upaya yang dilakukan untuk melindungi juga mempertahankan privasi dengan lebih bebas.

Tren ini dapat menunjukkan para Gen Z sebagai generasi muda saat ini semakin maju dalam pengelolaan media sosial di dunia digital. Gen Z mampu menciptakan keseimbangan yang selaras antara kebutuhan berbagi dan menjaga privasi pada akun media sosialnya. Karena di era saat ini berbagai celah dapat digunakan sebagai modal kejahatan, khusunya mengenai identitas dirinya. Pemisahan ruang public dan khusus melalui penggunaan second account menjadi sebuah kelebihan dari segi keamanan dan privasi dalam media sosial yang luas dan tidak terbatas.

Namun tidak mudah dipungkiri melalui keefektifan pengguna second account saat ini menjadi sebuah identitas bagi para Gen Z, melalui ini mereka dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya dengan bebas di sosial media. Disisi lain dengan hadirnya second account yang membentuk dual identity menjadi sebuah tantangan bagi para Gen Z. Walaupun dengan hadirnya second account dapat memberikan ruang kebebasan dalam berekspresi, perlu juga untuk memperhatikan bahwa hal ini akan berdampak pada aspek sosial juga psikologis Gen Z yang terlibat secara aktif dalam media sosial.

Related posts
LifestyleSabda Warga

Supermoon 2025: Event Astronomi yang Bikin Jakarta Berseri di Langit Malam

“Piknik Malam Bersama Supermoon” di Planetarium dan Observatorium Jakarta baru saja…
Read more
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
FenomenaLifestylePop Culture

Ketika Lari Jadi Tren: FOMO dalam Pelari Culture

Budaya lari kini tumbuh pesat di berbagai daerah. Komunitas bermunculan, event lari makin sering…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *