Siapa sih yang ngga suka makan mie? Pasti banyak banget orang yang suka makan mie, apalagi menjadikan mie sebagai makanan yang paling sering dimakan kalau bingung mau makan apa. Tapi baiknya makan mie tuh berapa kali sih sebulan? Yuk para pecinta mie wajib simak ya!
Walaupun kita tau bahaya dari makan mie terlalu sering, namun tetap saja kita kesulitan buat mengurangi mengonsumsi mie instan. Mie instan dianggap berbahaya karena kandungan yang ada dalam mie instan yang beresiko pada tubuh, jika mie instan dikonsumsi terlalu sering. Kandungan dalam mie instan antara lain natrium, MSG, dan pengawet yang sangat tinggi. Maka jika mie instan dikonsumsi terlalu sering, seperti setiap hari dalam jangka waktu yang cepat dapat menimbulkan penyakit.
Mie instan terbuat dari olahan tepung yang diawetkan. Maka disarankan untuk dikonsumsi sebaiknya hanya satu hingga dua porsi saja dalam satu minggu dan tidak boleh lebih. Hingga lebih ekstrimnya, mie instan hanya dapat dikonsumsi hanya satu hingga dua porsi saja dalam sebulan. Namun dengan kita lebih jarang makan mie instan, sama halnya dengan kita menjaga tubuh agar tetap sehat bukan? Ada juga pendapat yang mengatakan jika dengan menambah sayur pada mie instan dapat meningkatkan nilai gizi yang terkandung. Namun faktanya sayur dan buah memang makanan yang menyehatkan, tetapi tidak dapat untuk melawan efek negative yang berdampak pada kesehatan melalui mie instan yang dikonsumsi.
Berikut adalah efek berbahaya dari mengonsumsi mie instan terlalu sering:
- Meningkatkan resiko kanker
Mie instan merupakan makanan cepat saji yang pastinya berdampak buruk pada sistem pencernaan. Pencernaan yang lambat dalam mengolah mie instan didalam tubuh membuat bahan kimia beracun dan pengawet tetap berada di dalam tubuh, yang berakibat pada paparan berlebih di BHA dan TBHQ. Dan faktanya bahan kimia yang bersifat karsinogenik ini berpotensi menyebabkan kanker pada seseorang. Juga gangguan lainnya berupa asma dan diare.
2. Meningkatkan resiko penyakit jantung
Seseorang dengan konsumsi mie instan yang berlebih akan membuat sindrom metabolic, baik dari pola makan atau olahraga maupun tidak. Dan resikonya mencapai 68% untuk mengalami sindrom metabolic. Sindrom metabolic adalah gejala dari tekanan darah tinggi, kadar kolesrerol yang rendah yang mengacu pada seseorang untuk tertular penyakit jantung.
Dengan resiko yang ditimbulkan tersebut, sudah seharusnya kita mengurangi mengonsumsi mie instan. Melalui batasan yang diberikan hal ini dapat dilakukan agar kita tetap memiliki tubuh yang sehat dalam jangka waktu yang panjang. Mulai beralih pada makanan yang sehat dan didukung dengan pola hidup yang sehat.

