Novel berjudul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna diam-diam telah menyentuh jutaan pembaca di Indonesia. Novel ini mengisahkan Ale, seorang pria yang tengah berjuang melawan depresi dan berada di titik paling gelap dalam hidupnya. Yang membuat karya ini terasa begitu dekat adalah fakta bahwa kisahnya merupakan perpaduan pengalaman pribadi sang penulis dengan kesaksian para penyintas depresi yang ia wawancarai secara langsung.
Dari halaman-halaman novel itulah lahir sebuah fenomena yang tak terduga di kalangan anak muda. Tren seporsi kekalahan dengan foto mie ayam, makanan sederhana yang selama ini akrab di pinggir jalan kini menjelma menjadi simbol pelarian dari tekanan hidup dan luka emosional. Tidak sedikit anak muda yang mengaku menemukan ketenangan sesaat hanya dengan duduk di warung, memesan semangkuk mie ayam hangat, dan membiarkan diri beristirahat dari hiruk-pikuk perasaan yang melelahkan.
Di balik fenomena tren tersebut, tersimpan realitas yang jauh lebih berat. Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mencatat sekitar 746 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya di seluruh dunia, dengan Indonesia menyumbang sekitar 4.750 kasus. Angka ini mengingatkan bahwa apa yang dialami Ale dalam novel bukanlah sekadar fiksi, melainkan cerminan dari banyak individu nyata yang setiap harinya berjuang dalam sunyi.
Fenomena ini juga ramai di media sosial. Akun X @yearendsale_ berpesan, “Kalau temenmu ngajakin beli Mie Ayam atau Bakso, iya-in aja, mungkin masalahnya lagi berat.”
Tak berhenti di sana, tren ini turut viral di TikTok. Salah satu unggahan berbunyi, “Tuhan menciptakan mie ayam untuk kebahagiaan makhluk di bumi, dan mengutus bakul mie ayam untuk menyebarkannya.” Cuitan dan konten seperti ini semakin mengukuhkan posisi mie ayam sebagai simbol sederhana dari kebahagiaan.
Fenomena mie ayam sebagai “obat patah hati” memperlihatkan bagaimana anak muda menemukan cara unik dalam menghadapi luka emosional. Tidak dengan cara rumit, tetapi cukup dengan seporsi mie ayam komplit yang hangat, sederhana, namun bermakna.

