BusinessNews

Harga Tiket Pesawat Domestik Tinggi, Jadi Pertimbangan Liburan Akhir Tahun?

Harga tiket domestik lebih mahal ketimbang tiket internasional oleh detik.Travel

Sekarang kita lagi ada di akhir tahun loh, siapkan kopermu kita siap liburan bareng dong! eitssss tunggu dulu, selain harus siapin budget, siapin tempat wisata yang mau kita tuju, kita juga harus cek harga tiket tentunya. Tapi kenapa ya harga tiket ke luar negeri lebih murah daripada tiket dalam negeri? Yuk kita simak bareng!

Tiket pesawat internasional jika dihitung baik-baik terhitung lebih murah daripada pernebangan domestic. Ini pastinya bikin banyak orang lebih berminat dan memilih destinasi wisata luar negeri daripada dalam negeri, karena budgetnya yang dinilai lebih hemat. Aapalagi kalua liat harga tiket di musim liburan saat ini, pasti bikin pikir ulang dong!

Berdasarkan perbandingan harga tiket pesawat pada aplikasi online travel agent seperti Tiket.com dan Traveloka, harga tiket Jakarta ke Bali lebih mahal dibanding Jakarta ke Singapura. Padahal kedua rute perjalanan pesawat tersebut terhitung sama-sama memakan waktu tempuh sekitar 1 jam 50 menit. Contohnya pada Oktober 2024 tiket Jakarta Bali untuk satu kali perjalanan sebesar Rp.1,1 juta. Sedangkan tiket Jakarta ke Singapura di hari yang sama untuk one way hanya pada kisaran Rp 600 ribu saja.

Situasi seperti ini yang terkadang menjadi pemicu para pelancong menurunkan minat wisatanya di dalam negeri atau domestic. Meskipun tidak menutup kemungkinan wisatawan memiliki ketertarikan untuk berkunjung ke berbagai wilayah Indonesia, seperti di Indonesia bagian timur. Namun jika melihat dan mempertimbangkan harga tiket yang masih dinilai tinggi, beberapa wisatawan cenderung memilih destinasi wisata internasional.

Lalu, apa sebenarnya yang bikin harga tiket penrbangan domestic tergolong mahal? CEO Air Asia yaitu Tony Fernandes memberikan beberapa alasan yang menyebabkan harga tiket dengan rute domestic di Indonesia tergolong tinggi.

Pertama adalah biaya avtur di Indonesia yang lebih mahal daripada negara lain. Kemudian adanya pajak pertambahan nilai atau PPN yang berlipat yang mengenai maskapai juga penumpangnya. Ketiga, adanya tarif batas atas dan bawah yang memicu harga tiket jadi mahal. Dan yang terakhir adalah nilai tukar mata uang dollar terhadap rupiah yang melemah, hal ini membuat daya saing dalam mendapatkan harga bahan bakar makin sulit.

Angin segar dalam permasalah ini sepertinya akan datang ketika Presiden RI Prabowo Subianto akan menurunkan harga tiket pesawat dalam negeri, namun tetap mewanti-wanti agar penurunan harga tidak merugikan industry penerbangan. Pemerintah mengupayakan penurunan tarif biaya penerbangan dengan memotong tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50%, memberi diskon avtur pertamina sebanyak 5,3% dan menurunkan fuel surcharge mesin jet sebesar 8%.

Sekarang kita tidak perlu khawatir dengan terkendala harga tiket domestic yang tinggi karena harga tiket pesawat telah diturunkan, dan segera siapkan liburan akhir tahun mu!

Related posts
BusinessFenomena

Bajaj Maxride Jogja, Dari Primadona Sosial Media Hingga Badai Regulasi Pemkot!

Bajaj Maxride di Jogja tengah menjadi tren hangat di media sosial sepanjang tahun 2025. Banyak warga…
Read more
News

Konser Denny Caknan di Lapangan Maron Temanggung: Semangat Warisan Rasa di Malam HUT ke-191

Konser Denny Caknan di Lapangan Maron, Temanggung, menjadi salah satu puncak perayaan Hari Jadi…
Read more
BusinessLifestylePolitics

Era Baru Purbaya: Thrifting Ilegal Diredam, Peluang Emas untuk Mode Lokal!

Fenomena thrifting atau jual beli pakaian bekas sempat menjadi tren yang sangat digemari di…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *