Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, ketika Nabi Muhammad SAW menjalani perjalanan spiritual yang penuh hikmah. Isra merupakan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, yang menjadi kewajiban utama umat Islam hingga saat ini. Peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya menguji keimanan umat Islam pada masa itu tetapi juga menjadi bukti keagungan dan kekuasaan Allah SWT.
Isra Mi’raj memiliki nilai sejarah yang mendalam. Saat itu, Nabi Muhammad SAW tengah menghadapi masa-masa sulit setelah kehilangan istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib. Perjalanan spiritual ini menjadi penghiburan sekaligus penguatan bagi Nabi dalam menyebarkan dakwah Islam. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW menjadi imam salat yang diikuti oleh para nabi sebelumnya, menunjukkan persatuan risalah yang dibawa oleh para nabi. Peristiwa ini juga mengajarkan umat Islam untuk selalu berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj, umat Islam di seluruh dunia melakukan berbagai amalan yang penuh makna. Salah satu amalan utama adalah memperbanyak salat sunnah, seperti salat Tahajud dan salat Dhuha. Salat Tahajud dianjurkan berdasarkan firman Allah SWT:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu); semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an. Zikir memiliki dasar dalam hadis:
“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dengan yang tidak berzikir kepada Allah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari, no. 6407)
Amalan lain yang tak kalah penting adalah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat.” (HR. Muslim, no. 408)
Di banyak daerah, peringatan Isra Mi’raj dilakukan dengan ceramah agama atau pengajian yang mengingatkan pentingnya salat sebagai tiang agama. Umat Islam juga diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah harian mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar ini. Peringatan Isra Mi’raj menjadi momen refleksi untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT melalui salat dan amalan lainnya. Kisah penuh hikmah ini mengajarkan bahwa keimanan dan ketaatan adalah kunci untuk menghadapi segala tantangan hidup. Dengan memaknai Isra Mi’raj, umat Islam diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.

