Fenomena

Pandawara Group Memerangi Sampah Sendirian?

Pandawara group sering kali muncul di media sosial, terutama Tik Tok mengenai aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan oleh kelompknya. Pemuda asal Bandung ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya, terbukti pada konten yang sering dibagikannya tentang aksi bersih-bersih sungai, pantai, dan lainnya. Tentunya aksi yang mereka lakukan sering mendapat pujian dari warganet juga menginspirasi masyarakat terhadap kepeduliaanya kepada lingkungan sekitar.

Tak jarang Pandawara group mengajak masyarakat untuk tutut aktif dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan yang kerap dibagikannya. Seperti yang dilakukan oleh Pandawara group dan masyarakat sekitar pada Agustus 2024 ketika membersihkan Pantai gebang di Kabupaten Cirebon. Para pemuda tersebut turut menyediakan 4.000 lebih porsi makanan yang disediakan kepada para volunteer saat membantu membersihkan lingkungan tersebut. Saat itu tujuan utama yang dilakukan adalah Merdeka dari kerusakan lingkungan dan kasus kelaparan bersama dengan Bobon Santoso.

Kelompok ini memanfaatkan alat bernama ‘trashbarrier’ yang berfungsi sebagai penjaring sampah di sungai atau peraiaran agar sampah tersebut tidak masuk ke sungai besar atau laut, dan membantu mengatur volume air. Namun nyatanya alat tersebut pernah jebol, karena tidak mampu menahan jumlah sampah yang sangat banyak saat arus sungai deras ketika hujan. Hal tersebut menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Tak hanya itu, trashbarrier pun pernah mengalami kerusakan akibat masyarakat yang mencoba untuk mencuri bahan dari alat penyaring tersebut. Alat ini memang memiliki nilai jual mengingat bahan yang digunakan berupa besi dan pralon. Bahkan saat kelompok ini sedang melakukan aksinya terdapat beberapa warga yang masih membuang sampah di sungai, tepat dibelakang kelompok ini dan tertangkap kamera. Tentunya hal ini membuat pro dan kontra warganet, namun ini adalah sebuah bukti minimnya kesadaran masyarakat.

Sama halnya yang baru saja terjadi di Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Bandung. Sampah terlihat memenuhi sungai hingga tidak terlihat bagaimana air yang ada di dalam sungai tersebut. Dengan melihat kondisi sungai tersebut Pandawara group pun turut mengerahkan dua buah excavator untuk mengambil dan mengangkut sampah secara manual dan menggunakan alat berat. Biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan lokasi tersebut dikeluarkan secara pribadi oleh Pandawara group sebesar 106 juta rupiah.

Sudah seharusnya hal ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan. Contohnya dalam membersihkan satu lokasi tersebut membutuhkan biaya yang tidak tergolong murah yang diakibatkan oleh masyarakat dalam kurun waktu yang cukup lama. Fakta kurang baik pun terlihat saat sampah di lokasi tersebut bersih namun masih mendapat sampah kiriman dari wilayah lainnya. Tentunya hal ini membuat kelompok ini geram dan mempertanyakan, apakah yang harus dibersihkan sampahnya atau masyarakatnya?

Related posts
BusinessFenomena

Bajaj Maxride Jogja, Dari Primadona Sosial Media Hingga Badai Regulasi Pemkot!

Bajaj Maxride di Jogja tengah menjadi tren hangat di media sosial sepanjang tahun 2025. Banyak warga…
Read more
FenomenaLifestylePop Culture

Ketika Lari Jadi Tren: FOMO dalam Pelari Culture

Budaya lari kini tumbuh pesat di berbagai daerah. Komunitas bermunculan, event lari makin sering…
Read more
BusinessFenomenaNews

Drama Besar di DC Berbah: Ratusan Ribu Paket Nyangkut, Konsumen Mengeluh Kerugian dan Kekecewaan Meluas!

Keterlambatan pengiriman paket di Distribution Center (DC) Berbah, Sleman yang terjadi pada bulan…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *