Angin segar baru saja mendatangi industry film animasi Indonesia lewat film Jumbo yang berhasil menembus 6,3 juta penonton dalam 23 hari pasca penayangannya. Tak hanya itu, Jumbo meraih predikat sebagai film animasi Asia Tenggara terlaris sepanjang masa. Karya debut sutradara Ryan Adriandhy lebih dari sekedar pencapaian sinematik, namun menjadi symbol dari bangkitnya industry animasi.
Berkisah tentang petualangan Don, anak yatim piatu berusia 10 tahun yang kerap diremehkan sebab tubuhnya yang besar. Bantuan buku dongeng milik orang tuanya sebagai warisan itu dan pertemuannya dengan Meri seorang peri kecil. Don melakukan perjalanan ajaibnya yang penuh dengan pembelajaran baginya, seperti keberanian, persahabatan, dan kepercayaan diri yang kuat. Para penonton akan dibuat campur aduk akibat pergolakan batin yang dialami oleh tokoh utamanya, yaitu Don. Perasaan diremehkan, kesepian pasca kedua orang tuanya meninggal, serta krisis identitas yang memperlihatkan dirinya tidak berharga di mata orang lain.
Bukan hanya jalan ceritanya yang menarik, tetapi juga karya industry animasi yang semakin membuat Jumbo ini digemari oleh masyarakat. Sehingga besarnya jumlah penonto Jumbo turut menandai era baru dalam industry animasi di Indonesia. Faktanya film Garapan Visinema Studios ini telah melampaui capaian beberapa film animasi Hollywood di pasar Indonesia, seperti Moana 2 di tahun 2024 yang meraih 3,1 juta penonton. Menurut Faza Meonk creator Film Si Juki, Jumbo memang pantas disebut sebagai kebangkitnya bagi industry animasi local. Melalui pijakan ini diharapkan semakin banyak investor yang menaruh kepercayaannya untuk investasi kepada industry animasi Indonesia. Ia menambahkan bahwa keberhasilan dari Jumbo tidak dapat dilepaskan dari anggaran yang besar dan Visinema studios yang totalitas dalam pengerjaannya, hingga tidak sekedar berhasil dalam kualitas teknis tetapi film yang menyentuh emosi para penonton.
Ryan sebagai creator dari Film Jumbo menuturkan bahwa proyek ini telah dikerjakan sejak 2019 lalu dan melibatkan sebanyak 420 animator di Tanah Air. Faktor kesuksesan yang melatarbelakangi adalah kepercayaan dari Visinema Studios, ivestor, dan seluruh pihak dalam produksi. Kepercayaan yang dimaksud oleh Ryan yaitu proses penggarapan film animasi yang jauh lebih panjang dan melibatkan banyak orang, maka kemungkinan keuntungan tidak dapat dipanen dalam waktu yang singkat.
Kepercayaan ini tidak hanya dilakukan oleh tim produksi saja, justru kepercayaan juga harus diterima hingga para penonton. Fenomena #BuzzerJumbo di media sosial membuktikan bahwa penonton turut merasakan ikatan emosional yang sangat kuat melalui film ini. Tagar ini pun muncul secara organic di media sosial yang diusung penonton. Film animasi Si Juki dan BonoiBoy animasi dari Malaysia ikut mendeklarasikan diri sebagai buzzer Jumbo dari awal penayangannya.
Pemerintah melalui Kementrian Ekonomi Kreatif atau Kemenekraf memberi dukungan kepada Film Jumbo dalam mengampifikasi Intellectual Property yang mereka miliki. Hal ini dapat membantu Film Jumbo untuk mengurangi jumlah anggarannya. Melalui pemasangan balon raksasa karakter Don di Candi Prambanan dan Pantai Indah Kapuk, pertunjukan drone membentuk wajah Don di Central Park, dan karakter Film Jombo ini dipajang di Terminal 3 bandara Soekarno-hatta. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pun turut memberikan dukungannya dalam mempromosikan film ini.
Dedikasi Visinema Studio membawa kesuksesan Jumbo yang mampu meraih pendapatan lebih dari Rp 134,46 miliar. Keberhasilan dalam dunia industry animasi tak lepas dari kebutuhan yang besar dari sumber daya, waktu yang lebih panjang, dan tenaga kreatif yang lebih besar pula. Ryan sebagai creator Jumbo merasa optimis dengan masa depan industry animasi di Indonesia. Ia percaya dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia melalui talenta local yang terlibat untuk bersaing di kancah Internasional. Didasari dengan formula produksi yang baik, dipromosikan dengan baik, dan dikomunikasikan pula dengan baik maka penonton akan merespons dengan sangat antusias. Momentum ketenaran yang tercipta lewat Jumbo sudah seharusnya dijaga, agar dapat berlanjut dan berkontribusi pada pengembangan isndutri animasi di Indonesia.
Sumber: Jumbo, Film Animasi Indonesia dengan Capaian Rekor Internasional www.rri.co.id
Jumbo dan Harapan Baru Kebangkitan Animasi Indonesia www.tempo.com

