News

Gempa Dangkal M3,6 Guncang Nabire Papua, Warga Sempat Panik

Gempa Bumi yang terjadi di Nabire Papua/sumber: Kompas.com

Gempa bumi dengan magnitudo 3,6 mengguncang wilayah Nabire, Papua pada Senin pagi dan sempat membuat warga panik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman yang sangat dangkal, sekitar 10 kilometer, sehingga getarannya cukup terasa meski kekuatannya tergolong kecil. Episentrum gempa berada di daratan, tepatnya di koordinat 3,47 LS dan 135,50 BT.

Getaran gempa ini dirasakan sebagian masyarakat Nabire yang tengah beraktivitas pagi hari. Meski tidak menimbulkan kerusakan maupun korban, beberapa warga mengaku berlari keluar rumah ketika merasakan guncangan singkat tersebut. Situasi panik ini wajar terjadi, mengingat Papua termasuk daerah rawan gempa dengan aktivitas tektonik yang cukup tinggi.

Menurut BMKG, gempa dangkal seperti ini biasanya dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Walaupun tidak menimbulkan ancaman tsunami karena pusatnya berada di darat, masyarakat tetap diimbau untuk waspada. Gempa dangkal dengan magnitudo kecil sering kali menjadi pengingat bahwa Indonesia, khususnya wilayah Papua, berada di jalur cincin api Pasifik yang rawan aktivitas seismik.

Sejumlah warga Nabire yang diwawancarai oleh media lokal menyebut bahwa guncangan terasa cepat namun cukup kuat untuk membuat barang-barang di rumah bergoyang. Beberapa sekolah bahkan sempat mengevakuasi siswa ke luar kelas untuk berjaga-jaga, meski kegiatan belajar mengajar segera dilanjutkan setelah kondisi dinyatakan aman.

BMKG juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama di daerah rawan gempa. Langkah sederhana seperti mengenali jalur evakuasi, mempersiapkan tas siaga, dan tetap tenang saat gempa terjadi bisa membantu meminimalkan risiko. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya dengan informasi palsu atau hoaks yang sering beredar setiap kali terjadi gempa, melainkan mengacu pada rilis resmi BMKG.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan bencana harus terus ditingkatkan, bukan hanya ketika bencana besar terjadi, tetapi juga saat gempa kecil mengguncang. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan lebih aktif dalam memberikan sosialisasi dan simulasi kebencanaan agar masyarakat siap menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.

Sumber:
BMKG

Kompas.com Gempa M 6,6 Guncang Nabire, Warga Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Media.Indonesia Gempa Bumi Magnitudo 6,6 Guncang Nabire


Related posts
News

Arifin Nugroho Kupas Strategi Kepemimpinan Transformasional dalam MIK Talks UAJY

Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar kegiatan…
Read more
News

Ilkom UNIMMA Ikut MIK Talks UAJY Bahas Kepemimpinan Transformasional sebagai Penggerak Keunggulan Kompetitif

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) turut berpartisipasi dalam kegiatan MIK Talks…
Read more
News

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIMMA Tembus Podium Nasional ADUIN Creative Advertising Festival 2026

Kompetensi mahasiswa Ilmu KomunikasiUniversitas Muhammadiyah Maglenag (UNIMMA)di bidang…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *