Sepatu dengan hak tinggi kerap diidentikkan dengan keesklusifan seorang wanita. Namun, siapa sangka dahulu sepatu hak tinggi digunakan oleh pria. Yuk kita bahas bersama!
Jika sepatu hak tinggi selalu diidentikkan dengan perempuan, dalam sejarah mengatakan sebaliknya. Sepatu dengan hak tinggi pada titik waktu tertentu dalam sejarah menunjukkan hal ini tidak selalu terjadi. Meskipun tidak diketahui tepat waktunya, diperkirakan pertama kali ditemukan ketika digunakan oleh actor Yunani Kuno.
Biasa disebut “khotomi” yaitu alas kaki yang kurang lebih dipakai sejak 200 SM. Terbuat dari tanah sol gabus kayu berukuran antara 8 dan 10 cm. Ketinggian hak sepatu menjadi pembeda antar kelas sosial, juga pentingnya karakter yang digambarkan diatas panggung. Saat itu sepatu hak tinggi tidak memiliki nilai estetika atau tujuan praktis lainnya, melainkan pakaian yang dipakai oleh anggota profesi tertentu. Seperti pemain atau actor teater yang menggunakan sepatu hak tinggi ketika bekerja.
Pada abad pertengahan di Eropa diikuti dengan kemunculan sepatu hak tinggi. Pada masa ini seorang pria maupun wanita memakai alas kaki yang disebut dengan patten. Melihat kondisi jalan di banyak kota Eropa pada abad pertengahan yang kotor dan berlumpur, sementara alas kaki saat itu terbuat dari material yang rapuh dan mahal. Maka untuk menghindari rusaknya pakaian yang digunakan baik pria maupun wanita, digunakanlah patten berupa sepatu luar yang meninggikan kaki di atas tanah.
Saat ini hampir setiap wanita ingin tampil menarik dihadapan banyak orang dengan menggunakan sepatu hak tinggi agar terlihat feminim. Walaupun penggunaan sepatu hak tinggi memang tidak nyaman ketika digunakan dalam waktu lama. Namun nyatanya secara psikologis, menggunakan sepatu hak tinggi terbukti mampu menunjang penampilan wanita secara fisik.
Dalam jurnal Evolution and Human Behavior, sepatu hak tinggi diyakini dapat menunjang karatker feminim dan pergerakan wanita. Artinya penampilan wanita akan lebih menarik jika menggunakan sepatu hak tinggi atau kini kerap disebut high heels. Ketika menggunakan sepatu hak tinggi postur tubuh perempuan akan terlihat jauh lebih menarik.
Postur tubuh perempuan akan membusung 45 derajat ketika menggunakan sepatu hak tinggi. Maka perubahan postur tubuh seperti pada bagian pinggul dan bokong akan nampak lebih menarik. Disisi lain sepatu hak tinggi pun dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri perempuan dengan penampilan mereka. Lebih jelasnya tubuh perempuan menjadi lebih ideal dan sesuai dengan ekspektasi banyak orang.

