Ingin menikmati suasana pedesaan dengan cara yang berbeda? Bosan Cuma Cobain naik mobil, motor atau sepeda? Yuk, Cobain sensasi naik kereta kayu ala jaman dulu di Ambarawa.
Tempat ini adanya di Ambarawa atau disebut Stasiun Ambarawa. Pada awalnya Stasiun Ambarawa atau Stasiun Willem I ini digunakan sebagai jalur pengangkut komoditas ekspor dan transportasi militer di Jawa Tengah. Yang kemudian saat ini digunakan sebagai cara penyelematan tinggalan lokomotif uap dan daya tarik wisata.
Dilansir dari kaiwisata, Stasiun Ambarawa sangat lekat dengan latar belakang historis yang cukup kuat dalam proses perjuangan kemerdekaan yaitu, pertempuran ambarawa. Juga stasiun ini masih menyimpan teknologi kuno yang masih dapat dioperasikan hingga saat ini.
Terdapat museum yang diberi nama Indonesian Railway Museum (IRM) memiliki koleksi perkeretaapian yang dulu digunakan pada masa Hindia Belanda hingga kemerdekaan. Maliputi sarana, prasarana, dan perlengkapan administrasi. Seperti 26 Lokomotif uap, 4 Lokomotif disel, 5 Kereta dan 6 gerbong dari berbagai daerah.
Atraksi wisata yang dapat dinikmati pengunjung adalah dengan menikmati perjalanan wisata dengan Kereta Api jalur Ambawara hingga Tuntang (pp). Menggunakan lokomotif penariknya yaitu lokomotif uap maupun disel yang vintage. Ditemani dengan pemandangan disekitar rawa pening dan persawahan.
Terkait dengan informasi tiket dan sebagainya dapat mengunjungi akun Instgram resmi milik museum Stasiun Ambarawa yaitu @wisata.museumkeretaapiambarawa . Untuk harga tiket bervariatif sekitar 100 – 125 ribu rupiah untuk sekali perjalanan pp dalam waktu kurang lebih 1 jam. Tidak hanya itu, terdapat berbagai kegiatan menarik lainnya seperti tarian, event seni, dan lainnya. Menariknya tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi dari beberapa film atau series Indonesia, seperti salah satunya series Gadis Kretek.

