FenomenaLifestyle

Kue Kering Kudapan Khas Perayaan Lebaran, Ini Sejarahnya!

Salah satu perayaan hari besar keagamaan yang sangat dinanti oleh umat muslim di dunia adalah Idul Fitri. Setelah sebulan berpuasa, lebaran seperti kemenangan bagi para muslim yang mampu menahan segala godaan itu. Sesuatu yang tidak akan luput dari perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah kue keringnya yang sangat identic berjejer di meja sebagai suguhan.

Kue kering merupakan santapan yang dibuat dari tepung terigu, gula, mentega, telur dan beberapa bahan lainnya. Kue berukuran kecil, bermacam bentuk dan warna, hingga tertata manis dalam toples kaca yang lucu ini tidak dapat dihilangkan begitu saja keberadaannya. Bahkan kue kering ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, sebagian dari mereka mungkin akan membeli bahkan membuatnya sendiri bersama dengan keluarga di rumah.

Mengapa kue kering ini selalu muncul dalam perayaan Idul Fitri? Keberadaannya mungkin sudah ada sejak abad ke-7 di bangsa Persia atau saat ini disebut Iran. Lucunya, kue kecil manis ini tercipta dari ketidak sengajaan. Menurut sejarahnya, penemuan kue kering ini berasal dari tukang roti yang membuat kue seperti umumnya dibuat. Tetapi saat akan memanggang kue, Ia kesulitan untuk menentukan suhu oven yang akan digunakan untuk memanggang kue. Agar mendapatkan suhu yang pas, Ia melakukan berbagai percobaan kecil dengan cara menjatuhkan sedikit adonan kue ini ke dalam oven.

Tak disangka, saat adonan kue terjatuh justru mengembang dan mempunyai cita rasa yang renyah. Kemudian muncul lah kue kering yang saat ini menjadi kudapan favorit di peryaan Idul Fitri. Dahulunya makanan ini hanya dapat dinikmati oleh para kaum bangsawan yang menjadikan kue kering sebagai peneman minuman. Hingga akhirnya para pedangang Muslim membawa kue kering ke berbagai wilayah persinggahannya saat berdagang, diantaranya adalah Eropa.

Pada abad ke-14, kue kering ini mulai dinikmati seluruh kalangan dunia dan semakin popular. Kue kering ini menjadi pilihan sebab bentuk dan ukurannya yang kecil, serta daya simpannya yang tinggi dapat dijadikan bekal saat berpergian lama. Kemudian dibawa masuk ke Indonesia oleh Belanda di masa colonial yang menyajikan kue kering menjadi santapan atau cemilan menemai kopi atau teh, bahkan susu.

Melalui interaksi sosial budaya masyarakat Bumi Putera, masyarakat Islam Indonesia dengan orang-orang Eropa yang tidak dapat dilepaskan membawa hidangan ini menjadi kudapan Lebaran. Akhirnya masyarakat Indonesia mengalami perubahan, dan faktanya kue kering di hari Lberan dijadikan ajang menunjukkan derajat sosial seseorang. Ketika itu masyarakat Indonesia dalam kelas menengah ke atas mulai enggan menyajikan makanan tradisional.

Ini dia, 10 jenis kue kering yang identic dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia:

1. Nastar

2. Kastengel

3. Lidah kucing

4. Putri salju

5. Cookies cokelat

6. Kue kacang

7. Kue semprit

8. Pastel kering

9. Kue jahe

10. Kue sagu

Sumber: Sejarah Kue Kering yang Identik dengan Perayaan Lebaran di Indonesia, Apa Saja Jenisnya? www.kompas.com

Related posts
BusinessFenomena

Bajaj Maxride Jogja, Dari Primadona Sosial Media Hingga Badai Regulasi Pemkot!

Bajaj Maxride di Jogja tengah menjadi tren hangat di media sosial sepanjang tahun 2025. Banyak warga…
Read more
LifestyleSabda Warga

Supermoon 2025: Event Astronomi yang Bikin Jakarta Berseri di Langit Malam

“Piknik Malam Bersama Supermoon” di Planetarium dan Observatorium Jakarta baru saja…
Read more
FeatureLifestylePop Culture

Bukan Cuma Ikut Tren! Trik Ampuh Gen Z Pilih Makeup & Skincare yang Beneran Oke

Buat kamu para Gen Z! Tren skincare dan makeup emang lagi hype banget, tapi jangan hanya asal…
Read more
Newsletter
Become a Trendsetter

Daftarkan diri anda untuk menjadi member dan dapatkan pemberitahuan saat ada informasi terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *